JAKARTA – Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, disebut dalam kondisi “aman dan sehat” meski mengalami luka akibat perang, menurut pernyataan Yousef Pezeshkian, putra presiden Iran sekaligus penasihat pemerintah.
Melalui unggahan di saluran Telegram yang dilansir The Guardian, Rabu (11/3/2026), Pezeshkian menulis, “Saya mendengar kabar bahwa Bapak Mojtaba Khamenei terluka. Saya telah bertanya kepada beberapa teman yang memiliki koneksi. Mereka memberi tahu saya bahwa, Alhamdulillah, beliau selamat dan sehat.”
Televisi pemerintah menggambarkan Khamenei, 56 tahun, sebagai “veteran yang terluka dalam perang Ramadan,” tanpa merinci cedera yang dialami. Spekulasi mengenai kesehatan dan keberadaan Mojtaba Khamenei mencuat karena ia belum tampil di depan publik sejak menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tiga hari lalu.
Menurut laporan New York Times, Khamenei terluka pada hari pertama serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran, mengutip tiga pejabat Iran dan dua pejabat Israel yang berbicara secara anonim.