JAKARTA – Iran kembali melancarkan serangan besar pada Kamis, menargetkan lokasi militer Israel di sekitar Tel Aviv dan Yerusalem serta pangkalan Amerika Serikat di kawasan. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut operasi itu melibatkan rudal Khorramshahr dengan hulu ledak ganda, rudal Kheibar Shekan berbobot satu ton, serta rudal Fattah dan Qader, disertai drone bunuh diri.
Di sisi lain, militer Israel mengklaim telah menyerang kompleks Taleghan di Teheran yang dituduh terkait program pengembangan senjata nuklir Iran. Menurut Israel, lokasi tersebut digunakan untuk mengembangkan bahan peledak canggih dan eksperimen sensitif dalam proyek “AMAD”, yang disebut sebagai program nuklir rahasia Iran pada awal 2000-an. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Teheran atas klaim tersebut.
Dilansir dari Anadolu, Jumat (13/3/2026), serangan terbaru ini menambah eskalasi setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari yang menewaskan sekitar 1.300 orang dan melukai lebih dari 10.000 lainnya, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan rudal dan drone ke Israel, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Konfrontasi terus berlanjut meski sebelumnya dilaporkan ada kemajuan dalam perundingan tidak langsung antara Washington dan Teheran terkait program nuklir. AS dan Israel menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang dibantah Teheran dengan menyatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.