JAKARTA — Otak merupakan organ vital yang memerlukan perhatian khusus agar kemampuannya tetap optimal, termasuk dalam hal ingatan. Tanpa perawatan yang tepat, daya ingatan seseorang dapat menurun seiring bertambahnya usia maupun akibat gaya hidup yang kurang sehat. Dihimpun dari artikel Alodokter dan Siloam Hospitals, berikut sepuluh cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya ingat otak.
1. Mencukupi Asupan Makanan Bergizi
Otak membutuhkan nutrisi yang baik agar dapat bekerja secara maksimal. Beberapa jenis makanan yang dianjurkan antara lain sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ayam, minyak zaitun, ikan salmon, serta ikan sarden. Sebaliknya, konsumsi gula, makanan siap saji, gorengan, daging tinggi lemak, dan makanan asin perlu dibatasi. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa pola makan tinggi lemak, gula, dan garam berpotensi merusak bagian otak yang berfungsi menyimpan memori.
2. Membatasi Konsumsi Alkohol
Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol berdampak negatif terhadap fungsi kognitif, kemampuan berpikir, serta daya ingat. Kebiasaan ini bahkan dapat menyulitkan seseorang dalam mengingat peristiwa yang baru saja terjadi. Dalam jangka panjang, konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko demensia dini. Konsumsi alkohol disarankan tidak melebihi dua gelas per hari, atau lebih baik dihindari sepenuhnya.
3. Berolahraga Secara Teratur
Aktivitas fisik yang rutin dinilai efektif dalam menjaga daya ingatan dan konsentrasi. Olahraga bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah ke otak, mendorong pertumbuhan sel-sel saraf baru yang berperan dalam penyimpanan memori, sekaligus menurunkan kadar hormon stres. Olahraga ringan seperti jalan kaki, lari, atau berenang selama kurang lebih 30 menit sebanyak lima hari dalam sepekan sudah cukup memberikan manfaat.
4. Melakukan Senam Otak
Otak perlu dilatih secara aktif agar kemampuannya tidak menurun. Senam otak dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti mengisi teka-teki silang, bermain puzzle, membaca, bermain catur, menghafal gambar, mempelajari bahasa asing, hingga berlatih memainkan alat musik.
5. Membiasakan Diri Mengorganisasi Hal-Hal Kecil
Kebiasaan meletakkan barang sembarangan sering kali menjadi penyebab seseorang mudah lupa. Mulai dari merapikan barang ke tempatnya, mencatat agenda harian, hingga membuang barang yang sudah tidak terpakai dapat membantu otak lebih fokus sehingga daya ingat tetap terjaga.
6. Mencukupi Waktu Istirahat
Istirahat yang memadai berperan penting dalam menjaga fokus dan kemampuan mengingat. Saat tidur, otak akan menyusun ulang informasi dari berbagai hal yang telah dialami. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam per malam. Tidur yang berkualitas membantu seseorang dalam mengingat dan mempelajari hal-hal baru, sekaligus membuat tubuh lebih bugar dan terhindar dari stres.
7. Aktif Bersosialisasi
Menjalin komunikasi dan berkumpul bersama teman, sahabat, maupun orang-orang terdekat merupakan salah satu cara efektif menjaga daya ingat. Interaksi sosial yang positif dapat membebaskan seseorang dari stres dan depresi, dua kondisi yang erat kaitannya dengan penurunan daya ingat.
8. Melakukan Meditasi
Meditasi secara rutin dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan daya ingat. Berdasarkan sejumlah penelitian, meditasi yang dilakukan secara konsisten mampu membuat pikiran lebih fokus, meningkatkan fungsi otak, serta melindungi otak dari proses penuaan.
9. Tidur yang Cukup
Tidur selama tujuh hingga sembilan jam per hari merupakan salah satu cara mudah menjaga otak agar tidak mudah lupa. Saat tidur, otak mengonsolidasikan kembali berbagai informasi yang telah diperoleh dan menyimpannya dalam bentuk memori. Selain itu, proses regenerasi sel dan pembuangan racun dalam tubuh juga berlangsung selama tidur, sehingga turut mendukung kesehatan fungsi kognitif secara keseluruhan.
10. Membaca Buku
Membaca buku merupakan cara mudah lainnya untuk melatih otak agar tidak cepat lupa. Kegiatan ini melatih kemampuan berimajinasi dan merangsang kinerja otak dalam menggambarkan objek atau peristiwa yang diceritakan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology pada 2013 membuktikan bahwa aktivitas yang melibatkan fungsi kognitif, seperti membaca buku secara rutin, dapat mengurangi risiko penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Menjaga daya ingatan otak sejatinya tidak memerlukan upaya yang rumit. Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana di atas secara konsisten, fungsi otak dapat terjaga dengan baik hingga usia lanjut. Langkah kecil yang dilakukan setiap hari adalah investasi terbaik bagi kesehatan otak jangka panjang.