Visi besar Presiden RI Prabowo Subianto untuk menyulap wajah pesisir Indonesia mulai membuahkan hasil nyata. Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang kini menjadi proyek percontohan di Samber Binyeri, Biak, Papua, sukses mencatatkan lonjakan produktivitas dan kesejahteraan nelayan yang sangat signifikan.
Rekor Baru: Tangkapan Naik 100%, Pendapatan Melejit
Kepala Staf Kantor Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa kehadiran KNMP bukan sekadar perubahan fisik bangunan, melainkan revolusi sistem kerja nelayan.
Data menunjukkan lompatan angka yang fantastis di lokasi modeling Biak:
-
Produktivitas Tangkapan: Melonjak dari 5,35 ton menjadi 10,85 ton (Naik lebih dari 2x lipat).
-
Intensitas Melaut: Dari rata-rata 9 hari menjadi 13 hari per bulan (Naik 44%).
-
Pendapatan Bulanan: Kesejahteraan nelayan terkerek dari Rp4,35 juta menjadi Rp7,73 juta (Naik 75%).
“Ini membuktikan bahwa dengan sarana yang tepat, kemampuan produksi nelayan bisa kita dorong hingga batas maksimal. Harga ikan pun lebih stabil karena kualitas kesegarannya terjaga,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Keberhasilan ini didorong oleh integrasi fasilitas “all-in-one” di pinggir pantai. Nelayan setempat, Abraham Sen, mengakui bahwa kehadiran pabrik es, gudang beku (cold storage), hingga dermaga modern memangkas rantai distribusi yang sebelumnya melelahkan.
“Dulu kami harus jauh-jauh ke pusat kota hanya untuk menjaga ikan tetap segar. Sekarang, fasilitas sudah ada di depan mata. Kualitas ikan terjamin, pembeli pun datang sendiri,” ungkap Abraham.
Ambisi 1.000 Kampung di Tahun 2026
Program KNMP tidak berhenti di Biak. Pemerintah tengah memacu pembangunan infrastruktur ini secara masif di seluruh Indonesia:
-
Tahap I (Mulai Sept 2025): 65 KNMP di 60 Kabupaten/Kota (Progres 99,23%).
-
Tahap II (Mulai Des 2025): 35 KNMP di 17 Provinsi (Target selesai Mei 2026).
-
Target Besar 2026: Pembangunan 1.000 KNMP di seluruh pelosok nusantara.
Selain meningkatkan ekonomi, program ini diproyeksikan menjadi mesin penyerap tenaga kerja raksasa dengan total 27.000 orang, mulai dari pekerja konstruksi hingga pengelola koperasi dan industri kuliner pesisir.
“Biak adalah benchmark. Kami menargetkan setiap lokasi KNMP yang beroperasi penuh mampu meningkatkan produktivitas antara 100 persen hingga 200 persen,” tutup Qodari optimistis.