JAKARTA – Daging kambing kerap menjadi “tersangka utama” setiap kali seseorang mengalami lonjakan tekenan darah, terutama setelah menyantap satai atau gulai.
Banyak masyarakat percaya bahwa mengonsumsi daging kambing dapat langsung memicu hipertensi. Namun, benarkah anggapan tersebut secara ilmiah?
Menurut para ahli, daging kambing tidak secara langsung menyebabkan tekanan darah tinggi. Kandungan utamanya berupa protein dan lemak masih dapat dikendalikan, bergantung pada metode pengolahannya.
Masalah sebenarnya bukan terletak pada daging kambing itu sendiri, melainkan pada faktor pendamping yang sering menyertainya.
Dilansir dari Gridhealth, Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman Noor, MRur.Sc., menyatakan bahwa anggapan tersebut lebih banyak didasarkan pada kepercayaan masyarakat daripada bukti ilmiah.
“Sebagaimana halnya dengan daging merah lainnya, daging kambing secara ilmiah tidak menjadi pemicu hipertensi. Namun, hal itu bisa disebabkan karena cara penyajian dan konsumsi yang terkait erat dengan hipertensi,” jelasnya dalam keterangan tertulis di situs resmi IPB.
Kandungan Gizi Daging Kambing
Daging kambing mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, antara lain:
- Protein tinggi untuk membantu pembentukan massa otot
- Zat besi untuk mencegah anemia
- Vitamin B12 untuk menjaga kesehatan saraf
Pada beberapa bagian, kadar lemak daging kambing bahkan lebih rendah dibandingkan daging sapi.
Keunggulan Daging Kambing
Daging kambing termasuk rendah kalori, yaitu sekitar 122 kalori per 100 gram, lebih ringan dibandingkan daging sapi maupun daging domba.
Kandungan lemaknya relatif kecil, sekitar 2,6 gram, dengan kadar lemak jenuh yang lebih rendah.
Sementara itu, kandungan proteinnya berkisar antara 23–25 gram, hampir setara dengan daging sapi dan domba.
Menariknya, daging kambing juga unggul dalam kandungan zat besi, yakni sekitar 3,2 mg per 100 gram—lebih tinggi dibandingkan kedua jenis daging merah lainnya.
Faktor yang Lebih Berpengaruh terhadap Tekanan Darah
Beberapa faktor berikut justru lebih berperan dalam memicu kenaikan tekanan darah saat mengonsumsi daging kambing:
- Cara memasak
Daging kambing sering dibakar, digoreng, atau dimasak dengan santan kental. Metode ini dapat meningkatkan kadar lemak dan kalori secara signifikan. - Tambahan garam dan bumbu
Penggunaan garam berlebih dalam bumbu, saus, atau sambal dapat memicu lonjakan tekanan darah. - Porsi berlebihan
Mengonsumsi dalam jumlah besar sekaligus dapat membebani tubuh, terutama bagi individu yang sensitif terhadap makanan tinggi lemak.
Jadi, daging kambing tidak secara langsung menyebabkan hipertensi. Faktor yang lebih menentukan adalah cara pengolahan, porsi konsumsi, serta tambahan bumbu yang digunakan.
Selama diolah dengan cara yang lebih sehat dan dikonsumsi secara bijak, daging kambing tetap aman dan dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.