KALBAR — Prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Melalui Pos Angkatan Laut (Posal) Temajuk yang berada di bawah Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII Pontianak, upaya pemadaman berhasil dilakukan bersama unsur TNI-Polri dan masyarakat setempat.
Kebakaran yang melanda lahan seluas sekitar dua hektare itu terjadi di Dusun Camarbulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, pada Rabu (8/4). Titik api yang terdeteksi segera ditangani melalui operasi terpadu dengan melibatkan berbagai pihak di lapangan.
Tim gabungan melakukan serangkaian langkah strategis, mulai dari koordinasi lintas instansi, pengecekan langsung ke lokasi, hingga pemadaman api secara manual. Selain itu, pengawasan lanjutan juga dilakukan untuk memastikan tidak muncul titik api baru di area terdampak.
Dalam proses penanganan, personel TNI AL tidak hanya fokus pada pemadaman. Mereka juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya pembakaran lahan. Sosialisasi tersebut mencakup dampak negatif asap terhadap kesehatan, lingkungan, serta aktivitas sehari-hari warga.
Salah satu personel TNI AL Temajuk, Serma ETK M. Efendy, mengungkapkan bahwa berbagai tantangan dihadapi selama proses pemadaman.
“Meski menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan sarana dan prasarana, jauhnya akses menuju lokasi, serta minimnya sumber air, personel gabungan tetap mampu mengendalikan situasi dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak yang terlibat. “Semangat gotong royong, disiplin, dan dedikasi seluruh unsur di lapangan menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan kebakaran tersebut,” lanjutnya.
Keterlibatan aktif Kodaeral XII Pontianak dalam penanganan karhutla ini menegaskan peran strategis TNI AL yang tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan dan keamanan laut. Lebih dari itu, kehadiran TNI AL juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah perbatasan yang rawan bencana.
Langkah ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya peran TNI AL dalam membantu penanganan bencana dan menjaga stabilitas wilayah nasional.