JAKARTA – Sebuha kapal tanker super milik Iran berhasil mencapai perairan domestik pada Rabu (15/4/2026) setelah melintasi Selat Hormuz, menentang ancaman blokade Amerika Serikat.
Menurut kantor berita Fars yang dilansir Türkiyetoday, kapal tersebut mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak dan berlayar melalui perairan internasional dengan sistem pelacak aktif. “Tanpa menyembunyikan apa pun,” tulis laporan itu.
Pihak berwenang AS belum memberikan komentar langsung. Namun sehari sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan blokade telah menghentikan perdagangan maritim Iran. “Dalam waktu kurang dari 36 jam sejak blokade diberlakukan, pasukan AS telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar Iran melalui laut,” kata Laksamana Brad Cooper.
Blokade diberlakukan sejak Senin terhadap kapal yang masuk dan keluar pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman. CENTCOM menekankan kebijakan itu tidak menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal menuju pelabuhan non-Iran.
Meski demikian, laporan transit tanker Iran menantang narasi blokade. Sebelumnya, CENTCOM menyebut tidak ada kapal yang berhasil menembus blokade dalam 24 jam pertama, dengan enam kapal dagang berbalik arah. Wall Street Journal melaporkan delapan kapal tanker minyak telah dicegat sejak blokade dimulai.
Langkah blokade ini muncul setelah perundingan AS-Iran di Pakistan akhir pekan lalu gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dimulai 28 Februari.