JAKARTA – Kegagalan Liverpool di ajang Liga Champions UEFA musim ini memaksa klub mengalihkan fokus sepenuhnya ke sisa kompetisi domestik, dengan target realistis mengamankan posisi lima besar Liga Premier Inggris.
Alih-alih berbicara soal gelar, performa inkonsisten membuat The Reds harus menerima kenyataan pahit musim tanpa trofi meski telah menggelontorkan dana fantastis USD 600 juta atau sekitar Rp10 triliun pada bursa transfer sebelumnya.
Kini, satu-satunya harapan yang tersisa adalah memastikan tiket kembali ke Liga Champions musim depan, sembari mempersiapkan perombakan skuad besar-besaran pada jendela transfer musim panas.
Kepergian dua pilar utama, Mohamed Salah dan Andy Robertson, menjadi pukulan telak yang memaksa manajemen bergerak cepat mencari pengganti sepadan.
Dalam konteks tersebut, nama Anthony Gordon kembali mencuat sebagai salah satu target potensial untuk memperkuat lini serang.
Winger milik Newcastle United itu dinilai tampil impresif sepanjang musim terakhir, baik di level klub maupun saat memperkuat tim nasional Inggris.
Ketertarikan Liverpool terhadap Gordon bukan hal baru, namun situasi finansial Newcastle membuka peluang transfer yang sebelumnya sulit terwujud.
Jurnalis transfer ternama Fabrizio Romano mengungkapkan bahwa Newcastle berpotensi melepas beberapa pemain bintangnya demi menyeimbangkan neraca keuangan klub.
“Ada kemungkinan Newcastle menjual satu atau dua pemain penting di musim panas karena aturan Financial Fair Play dan beban biaya skuad,” ujar Romano dalam kanal YouTube pribadinya.
Ia menambahkan, “Anthony Gordon termasuk yang berpeluang hengkang, dengan sejumlah klub sudah mulai memantau situasinya secara serius.”
Tak hanya Liverpool, raksasa Jerman Bayern Munich juga disebut ikut dalam perburuan, seiring kebutuhan mereka akan tambahan pemain sayap berkualitas.
Persaingan pun diprediksi akan semakin ketat, terutama dengan kemungkinan klub-klub besar lain masuk dalam perburuan pada fase lanjutan negosiasi.
Di sisi lain, rival domestik Manchester United juga dilaporkan tengah membidik pemain bernilai USD 94.3 juta atau sekitar Rp1,6 triliun, menambah panas dinamika pasar transfer musim panas mendatang.
Situasi ini menempatkan Liverpool dalam posisi krusial untuk bergerak cepat dan tepat, guna menghindari kegagalan transfer yang dapat kembali merugikan performa tim musim depan.
Dengan kebutuhan mendesak memperbaiki komposisi skuad, keputusan yang diambil dalam beberapa bulan ke depan diyakini akan menentukan arah kebangkitan The Reds.***