JAKARTA – Satu lagi tentara Prancis dari pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) tewas saat menjalankan tugas di Lebanon Selatan.
Korban terbaru sebelumnya mengalami luka parah akibat serangan terhadap konvoi militer Prancis pada 18 April lalu. Serangan itu menewaskan satu prajurit dan melukai tiga lainnya.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengonfirmasi kabar duka tersebut. “Kopral Kepala Anicet Girardin dari Resimen Infanteri Cynotechnical ke-132 Suippes, yang dipulangkan kemarin dari Lebanon setelah menderita luka parah oleh pejuang Hizbullah, meninggal pagi ini,” tulis Macron di media sosial X, dilansir Kamis (23/4/2025).
Macron menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta simpati kepada keluarga prajurit UNIFIL lainnya yang terluka. Sebelumnya, UNIFIL melaporkan patroli pasukan Prancis yang tengah membersihkan ranjau di dekat Desa Gandouriya diserang sekelompok pria bersenjata. Sersan Kepala Florian Montorio tewas dalam insiden tersebut.
Kelompok Hizbullah membantah bertanggung jawab atas serangan itu. Konflik di Lebanon kembali memanas sejak 2 Maret, ketika perang antara Amerika Serikat bersama Israel melawan Iran meluas hingga perbatasan Lebanon. Hizbullah kemudian terlibat dengan menyerang Israel.
Pada 16 Maret, Israel melancarkan operasi darat di Lebanon selatan. Meski Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengumumkan gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon, Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan serangan pasukan Zionis tetap berlanjut.