JAKARTA – PT PLN (Persero) memastikan kondisi kelistrikan Jakarta dan sekitarnya tetap aman di tengah meningkatnya kebutuhan listrik. Kepastian ini disampaikan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, saat meninjau langsung kesiapan operasional dan pasokan energi di UP2B Jakarta-Banten, Cawang, serta PLTGU Tanjung Priok, Kamis (23/4).
Darmawan menyampaikan bahwa hingga saat ini seluruh parameter kelistrikan menunjukkan kondisi yang stabil, baik dari sisi sistem kelistrikan maupun pasokan energi primer.
“Kami meninjau langsung sistem kelistrikan di lapangan. Dari hasil pemantauan, baik dari sisi operasional sistem maupun pasokan energi primer, semuanya dalam posisi cukup dan siap mendukung kebutuhan listrik masyarakat,” ujar Darmawan.
Ia juga menjelaskan bahwa sebanyak 76 gardu induk yang memasok listrik wilayah Jakarta dan sekitarnya beroperasi secara optimal, sehingga mampu menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi pusat pemerintahan, bisnis, maupun aktivitas masyarakat.
Darmawan menegaskan bahwa PLN terus melakukan pemantauan secara real-time terhadap kondisi sistem kelistrikan melalui pusat-pusat pengatur beban, termasuk UP2B Jakarta dan Banten yang menjadi salah satu tulang punggung pengendalian sistem di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Lebih lanjut, PLN turut memperkuat strategi optimalisasi rantai pasok melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta para pemasok energi primer. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan operasional pembangkit.
“Kami memahami bahwa keandalan listrik menjadi fondasi penting bagi aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kami memastikan tidak hanya sistemnya yang andal, tetapi juga pasokan energinya terjaga dengan baik,” tambahnya.
PLN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan listrik yang andal, cukup, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia, serta memastikan bahwa sistem kelistrikan tetap kuat dan stabil dalam berbagai kondisi.