JAKARTA — Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4) malam menimbulkan duka mendalam setelah menewaskan 15 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa tragis ini langsung menjadi perhatian publik dan memicu respons dari berbagai kalangan, termasuk Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian.
“Tragedi kecelakaan Kereta yang merenggut 15 nyawa dan melukai puluhan orang lainnya benar-benar memilukan hati kita. InsyaAllah, para korban husnul khotimah dan yang terluka diberi kekuatan,” ujar Kawendra, Selasa (28/4).
Ia menekankan bahwa kemajuan layanan transportasi kereta di wilayah Jabodetabek merupakan hasil kerja panjang yang tidak seharusnya terganggu oleh faktor di luar sistem perkeretaapian.
“Sebagai pengguna setia Kereta Jabodetabek di era 2006–2010, saya menyaksikan betapa panjang dan sulitnya transformasi yang telah dilakukan oleh PT KAI hingga menjadi seperti sekarang. Namun, dedikasi besar untuk meningkatkan layanan nasional itu tidak boleh dicederai oleh kelalaian pihak eksternal,” ujarnya.
Kawendra juga mengungkap dugaan keterlibatan taksi Green SM sebagai pemicu awal kecelakaan yang berujung tabrakan beruntun tersebut.
“Setelah mencermati fakta lapangan, saya menyoroti keterlibatan taksi hijau Green SM sebagai pemicu awal. Ini bukan sekadar insiden tunggal, sudah beberapa kali terhenti di perlintasan kereta api dan banyak aduan masyarakat terkait taksi ini,” terang Kawendra.
Atas temuan tersebut, ia mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas terhadap operasional perusahaan taksi asing tersebut.
“Rasanya tidak berlebihan bila kita meminta pemerintah untuk mengevaluasi dan mencabut izin operasional perusahaan taksi asal Vietnam tersebut!” tukasnya.
Berdasarkan informasi awal, insiden ini bermula dari kendaraan taksi yang berada di jalur perlintasan rel sehingga mengganggu perjalanan KRL dan memicu tabrakan dengan rangkaian kereta lain.
Saat ini, Kementerian Perhubungan bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab utama kejadian serta merumuskan langkah pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.***