JAKARTA โ LeBron James kembali membuktikan bahwa usia bukan penghalang, dengan motivasi baru yang datang dari kehadiran putranya, Bronny James, di ruang ganti Los Angeles Lakers.
Pada usia 41 tahun, LeBron James masih tampil kompetitif di level tertinggi NBA, sebuah pencapaian luar biasa bagi pemain yang telah meraih empat gelar juara dan empat penghargaan MVP sepanjang kariernya.
Keberadaan Bronny James di tim yang sama kini menjadi faktor emosional sekaligus profesional yang mendorong LeBron untuk terus bertahan dan tampil maksimal di lapangan.
Dalam podcast Mind the Game, LeBron mengungkapkan bahwa tanggung jawab sebagai ayah sekaligus mentor menjadi bahan bakar tambahan dalam kariernya yang telah berlangsung lebih dari dua dekade.
โSaya masih memiliki dorongan untuk terus bermain di level tinggi dan menikmati setiap proses latihan serta pemulihan,โ ujar LeBron dilansir Fadeaway World, Rabu (6/5/2026).
โSaya merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menunjukkan kepada Bronny bagaimana menjadi seorang profesional sejati dan apa hasil dari kerja keras tersebut,โ lanjutnya.
Momen bersejarah tercipta musim lalu ketika LeBron dan Bronny menjadi duet ayah-anak pertama dalam sejarah NBA, sebuah pencapaian yang langsung mencuri perhatian dunia olahraga.
Namun memasuki musim berikutnya, tantangan semakin besar karena Bronny mulai mendapatkan peran yang lebih signifikan dalam tim.
LeBron menilai perkembangan putranya sangat pesat, terutama saat menghadapi tekanan di tengah absennya pemain kunci seperti Luka Donฤiฤ dan Austin Reaves.
โDia menunjukkan kemajuan luar biasa di tahun keduanya dan mampu memanfaatkan kesempatan saat tim membutuhkan,โ kata LeBron.
Salah satu momen paling berkesan terjadi di Game 3 playoff melawan Houston Rockets, ketika ayah dan anak ini mencetak 10 poin beruntun secara bersama-sama.
Dalam laga tersebut, Bronny mencatatkan lima poin, termasuk aksi alley-oop yang berasal dari umpan LeBron, yang menjadi simbol kuat hubungan keduanya di lapangan.
Secara statistik, LeBron masih tampil impresif dengan rata-rata 20,9 poin, 6,1 rebound, dan 7,2 assist per pertandingan, menunjukkan bahwa dirinya belum kehilangan sentuhan sebagai pemain elite.
Di sisi lain, Bronny perlahan menemukan ritmenya dengan kontribusi yang terus meningkat, menandai proses adaptasi yang menjanjikan di level profesional.
Meski kebersamaan mereka menjadi cerita indah, masa depan LeBron bersama Lakers masih menjadi tanda tanya karena kontraknya akan berakhir dan spekulasi kepindahan mulai mencuat.
Untuk saat ini, LeBron memilih menikmati setiap momen bersama Bronny sambil terus menjaga performa agar tetap kompetitif di liga paling bergengsi di dunia.***