JAKARTA โ Pertarungan panas semifinal Liga Champions antara Bayern Munich dan Paris Saint-Germain kembali memunculkan perdebatan besar soal keputusan wasit setelah raksasa Bundesliga itu merasa dirugikan dalam duel penentuan di Allianz Arena.
PSG sukses mengamankan tiket ke final Liga Champions usai menahan imbang Bayern 1-1 pada leg kedua sehingga unggul agregat 6-5 dan memastikan langkah ke partai puncak untuk musim kedua secara beruntun.
Klub asal Prancis tersebut kini bersiap menghadapi Arsenal pada final yang akan digelar di Puskรกs Arรฉna pada 30 Mei mendatang.
Laga berlangsung dramatis sejak awal pertandingan setelah Ousmane Dembele mencetak gol cepat pada menit ketiga sebelum akhirnya Harry Kane menyamakan kedudukan di penghujung laga.
Meski Bayern tampil menekan di depan publik sendiri, performa gemilang penjaga gawang Manuel Neuer membuat pertandingan tetap hidup hingga menit akhir.
Namun sorotan terbesar justru tertuju pada dua keputusan kontroversial wasit Joao Pinheiro yang memicu kemarahan kubu Bayern.
Insiden pertama terjadi ketika bek kiri PSG Nuno Mendes yang sudah mengantongi kartu kuning dianggap melakukan handball saat duel dengan Konrad Laimer.
Para pemain Bayern meminta kartu kuning kedua untuk Mendes, tetapi wasit justru menilai handball lebih dahulu dilakukan Laimer sehingga PSG terhindar dari hukuman berat.
Keputusan tersebut langsung memancing reaksi keras dari para suporter Bayern, termasuk pelatih Vincent Kompany dan kapten tim Harry Kane.
Situasi semakin memanas beberapa menit kemudian ketika Bayern kembali gagal mendapatkan penalti setelah bola hasil sapuan panik Vitinha mengenai tangan rekan setimnya, Joao Neves, di dalam kotak penalti PSG.
Pemain Bayern langsung melakukan protes besar-besaran karena merasa handball tersebut jelas layak diganjar penalti.
Namun keputusan wasit kembali tidak berubah karena aturan IFAB ternyata memiliki pengecualian khusus yang jarang diketahui publik sepak bola.
Dalam regulasi terbaru IFAB dijelaskan bahwa handball tidak dianggap pelanggaran apabila bola mengenai tangan pemain setelah terlebih dahulu dimainkan oleh rekan setimnya sendiri.
Pengecualian hanya berlaku jika bola langsung masuk ke gawang lawan atau pemain tersebut mencetak gol sesaat setelah kontak tangan terjadi.
Aturan inilah yang membuat tuntutan penalti Bayern otomatis gugur meski tayangan ulang memperlihatkan tangan Joao Neves berada dalam posisi terbuka.
Kompany pun meluapkan kekecewaannya seusai pertandingan dan menilai keputusan tersebut tidak masuk akal jika dibandingkan dengan penalti PSG pada leg pertama.
โSaya memahami aturan itu, tetapi jika melihat dua situasi tersebut dengan akal sehat, keputusan itu terasa sangat aneh,โ ujar Kompany kepada TNT Sports.
Pelatih asal Belgia itu juga menyinggung penalti PSG pada leg pertama ketika bola mengenai tangan Alphonso Davies setelah lebih dulu membentur tubuhnya.
โPada laga pertama bola mengenai tubuh lalu tangan Davies dan mereka memberikan penalti, sedangkan kali ini tangan pemain PSG jelas terbuka tetapi tidak dianggap pelanggaran karena berasal dari rekan setim,โ kata Kompany.
Ia juga mempertanyakan keputusan wasit yang tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Nuno Mendes karena menilai sang pengadil lapangan berubah pikiran demi menghindari kartu merah.
โKami sudah memberikan segalanya melawan tim PSG yang sangat kuat, tetapi terlalu banyak keputusan yang merugikan kami dalam dua pertandingan,โ tambah Kompany.
Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri harapan Bayern untuk kembali tampil di final Liga Champions musim ini meski mereka tampil agresif sepanjang laga.
Sementara itu, PSG semakin dekat dengan mimpi meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub setelah kembali menunjukkan mental kuat di laga besar Eropa.
Fakta Penting Kontroversi Bayern vs PSG
- PSG lolos ke final Liga Champions dengan agregat 6-5.
- Bayern gagal mendapat penalti akibat aturan khusus handball IFAB.
- Nuno Mendes lolos dari kartu kuning kedua yang diprotes keras Bayern.
- Vincent Kompany menyebut keputusan wasit โridiculousโ atau konyol.
- Final Liga Champions mempertemukan PSG melawan Arsenal di Budapest.***



