JAKARTA – Situasi Kylian Mbappe di Real Madrid memasuki fase krusial setelah laporan terbaru menyebut sang penyerang lebih memilih absen pada laga kandang tersisa demi menghindari tekanan suporter di Santiago Bernabeu.
Ketegangan antara Mbappe dan publik Madrid meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir, seiring performa tim yang merosot dan berujung pada musim tanpa gelar bagi Los Blancos.
Mengutip laporan World Soccer Talk, Selasa (12/5/2026), meski mencatatkan statistik impresif sepanjang musim 2025-2026, Mbappe justru menjadi sasaran utama kekecewaan fans yang menilai kontribusinya belum sepadan dengan ekspektasi besar klub.
Laporan dari jurnalis The Athletic, Mario Cortegana, mengungkap bahwa Mbappe “ingin menghindari bermain lagi di Santiago Bernabeu hingga akhir musim” akibat tekanan berupa siulan dan cemoohan yang terus diterimanya.
Kondisi ini diperparah oleh sejumlah kontroversi, termasuk perjalanan ke Italia saat dikabarkan cedera serta keputusan mendadak absen di laga El Clasico yang memicu spekulasi publik.
Unggahan media sosial Mbappe bertuliskan “Hala Madrid” saat tim tertinggal dari Barcelona juga menuai kritik keras karena dianggap tidak peka terhadap situasi tim.
Secara statistik, Mbappe tetap tampil tajam dengan torehan 41 gol dan 6 assist dari 41 pertandingan, namun bagi Madridista, angka tersebut belum cukup tanpa trofi dan dedikasi penuh di lapangan.
Jika keputusan tersebut benar diambil, Mbappe berpotensi hanya tampil dalam satu dari tiga laga terakhir Real Madrid musim ini, yakni saat menghadapi Sevilla (18/5/2026) di laga tandang.
Dua pertandingan kandang melawan Real Oviedo (15/5/2026) dan Athletic Bilbao (24/5/2026) kemungkinan akan berlangsung tanpa kehadiran sang bintang Prancis di hadapan publik Bernabeu.
Krisis ini menandai salah satu momen paling sulit dalam hubungan antara pemain bintang dan pendukung klub dalam beberapa tahun terakhir.***