Nasib apes sekaligus memalukan menimpa seorang warga negara China bernama Zheng Liwei (30). Berniat mengejar penerbangan pulang ke negaranya pada Rabu (13/5/2026), Zheng justru dilarang masuk ke Thailand secara permanen akibat aksi anarkisnya yang merusak fasilitas negara di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok.
Kronologi Amukan Akibat Mesin Eror
Insiden ini bermula ketika Zheng hendak melewati proses pemeriksaan paspor di gerbang otomatis imigrasi (autogate). Diduga akibat sistem pemindai yang berulang kali gagal membaca dokumen perjalanannya, emosi Zheng langsung tersulut hebat di depan antrean penumpang lain.
Sebuah rekaman video yang mendadak viral di media sosial memperlihatkan detik-detik mengerikan aksi brutalnya:
-
Zheng membanting paspornya ke atas mesin pemindai dengan keras.
-
Ia menendang pembatas kaca imigrasi hingga mengalami kerusakan.
-
Secara nekat, ia mencoba menerobos paksa area steril pemeriksaan tanpa izin resmi petugas.
Melihat tindakan berbahaya tersebut, petugas imigrasi bandara langsung bergerak cepat melakukan pencegatan. Bukannya mereda, Zheng justru berteriak histeris menggunakan bahasa Mandarin dan Inggris, bahkan mencoba menyerang fisik petugas yang menahannya. Situasi baru berhasil dikendalikan setelah petugas keamanan bandara dibantu oleh istri Zheng sendiri turun tangan untuk menenangkan pria tersebut.
Denda Puluhan Juta Rupiah dan Penjara Menanti
Pemerintah Thailand tidak tinggal diam atas perilaku buruk wisatawan asing ini. Otoritas penegak hukum setempat langsung menjerat Zheng dengan pasal berlapis yang sangat berat:
-
Perusakan Properti Negara: Ancaman hukuman hingga tiga tahun penjara, denda maksimal 60.000 baht (sekitar Rp26 juta), atau keduanya.
-
Penghinaan Terhadap Petugas Negara: Ancaman hukuman hingga satu tahun penjara, denda hingga 20.000 baht (sekitar Rp8,6 juta), atau keduanya.
Sebagai tindakan tegas, otoritas imigrasi Thailand langsung membatalkan visa kunjungan Zheng dan memasukkan namanya ke dalam daftar hitam (blacklist) permanen. Artinya, Zheng tidak akan pernah diizinkan lagi menyeberang ke wilayah Thailand seumur hidupnya. Begitu seluruh proses pengadilan dan hukuman pidananya selesai, ia akan langsung dideportasi paksa kembali ke China.
Ketegasan ini diambil di tengah langkah besar-besaran pemerintah Negeri Gajah Putih yang sedang memperketat evaluasi seluruh kategori visa. Langkah ini sengaja digalakkan demi menjaga marwah dan citra industri pariwisata negara, sekaligus menyapu bersih para pelancong asing yang dinilai kerap membuat onar dan mengganggu ketertiban umum.