JAKARTA – Mohamed Salah menegaskan dirinya tidak menyesali keputusan mengakhiri kontraknya lebih cepat bersama Liverpool setelah melalui proses panjang yang membuatnya yakin bahwa langkah tersebut adalah yang paling tepat untuk masa depannya.
Pemain asal Mesir itu sebelumnya memperpanjang kontrak selama dua tahun pada April 2025, namun secara mengejutkan memutuskan hengkang hanya 11 bulan kemudian dan mengumumkannya saat jeda internasional pada Maret.
Keputusan ini muncul di tengah performa Liverpool yang tidak stabil di musim terakhirnya, termasuk hubungan yang disebut sempat memanas dengan pelatih Arne Slot setelah insiden di laga kontra Leeds United yang berakhir imbang 3-3.
Ketegangan tersebut semakin terlihat usai kekalahan 2-4 dari Aston Villa, di mana Salah diduga menyindir pendekatan taktik sang pelatih melalui unggahan di media sosial.
Dalam dokumenter LFCTV bertajuk ‘Salah: Farewell to the King’, pemain berusia 33 tahun itu menilai waktunya di Anfield memang telah mencapai titik akhir setelah perjalanan panjang penuh trofi dan pencapaian individu.
“Saya menandatangani kontrak untuk dua tahun, tetapi setelah satu tahun saya memutuskan pergi dan saya tidak memiliki penyesalan,” ujar Salah, dilansir Liverpool.com, Minggu (24/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai situasi yang dinilai tidak lagi berjalan ke arah yang diharapkan.
“Saya butuh waktu untuk menerima keputusan ini karena situasi tidak berkembang ke arah yang benar,” tambahnya.
Salah juga menekankan bahwa dedikasinya kepada klub dan fans tidak pernah setengah hati sepanjang berseragam Liverpool.
“Saya selalu memberikan segalanya dan fans tahu itu, karena hubungan itu dibangun dari apa yang Anda berikan kepada klub dan kota,” katanya.
Ia mengaku kini merasa damai dengan keputusan tersebut dan justru merasakan kebahagiaan karena mendapatkan apresiasi besar dari para pendukung.
“Saya merasa tenang dengan keputusan ini dan cinta dari fans adalah hal paling berarti bagi saya,” ungkapnya.
Salah diperkirakan akan menjalani laga terakhirnya bersama Liverpool saat menghadapi Brentford di Anfield sebagai penutup musim.
Ia juga mengenang momen terbaiknya bersama The Reds, terutama saat memenangkan Premier League yang menurutnya menjadi pengalaman paling emosional sepanjang kariernya.
“Memenangkan Premier League adalah hari terbaik saya, bahkan sampai sekarang saya masih emosional ketika mengingatnya,” ujarnya.
Menurut Salah, pencapaian individu seperti gol, assist, dan penghargaan pemain terbaik memberikan kepuasan tersendiri, meski ia tetap mengakui kontribusi seluruh tim.
“Saya merasa seperti membantu membawa trofi itu ke Liverpool, meskipun semua pemain tampil luar biasa musim itu,” tuturnya.***