Suasana haru sekaligus hangat mewarnai momentum Hari Raya Idul Adha di Rumah Tahanan (Rutan) Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (27/5/2026). Eny Retno, istri dari mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, datang menjenguk sang suami dengan memboyong anak-anak mereka memanfaatkan momentum libur hari besar keagamaan.
Eny menyampaikan rasa syukurnya karena bisa membawa seluruh anggota keluarga untuk bersilaturahmi. Kondisi pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu pun dilaporkan dalam keadaan prima setelah sebelumnya sempat melaksanakan salat Idul Adha bersama tahanan lain di Masjid Al-Ikhlas KPK.
“Alhamdulillah Abah sehat. Hari ini kebetulan hari istimewa ya, Idul Adha. Jadi alhamdulillah semuanya, anak-anak bisa ikut datang karena memang sedang libur sekolah dan kuliah,” tutur Eny di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (27/5/2026).
Di hari yang sakral ini, Eny juga menyampaikan ucapan selamat Idul Adha kepada masyarakat luas seraya memanjatkan doa mendalam agar badai hukum yang menimpa keluarganya bisa segera berlalu.
“Semoga di hari yang berkah ini kita juga bisa merayakan dengan hati yang baik. Mohon dimaafkan lahir batin. Doa kami, di saat doa-doa diijabah, Allah segera menurunkan maunah-Nya kepada kami sekeluarga agar kami bisa kembali berkumpul bersama-sama lagi,” ucapnya dengan nada tegar.
Menu Sederhana Non-Santan dan Pantangan Daging Lambung
Kunjungan kali ini juga dimanfaatkan Eny untuk mengirimkan pasokan makanan rumahan. Menariknya, tidak ada menu mewah atau ketupat opor khas Lebaran yang diboyong ke dalam rutan. Eny justru membawakan lauk yang sangat merakyat, yakni tempe goreng hangat.
“Hari ini memang jadwalnya mengirim barang buat beliau. Jadi yang pasti saya kirim tempe goreng, itu makanan kesukaan beliau,” ungkap Eny tersenyum.
Eny sengaja membatasi makanan matang bersantan atau olahan daging kurban yang berat. Langkah ini diambil demi menjaga kesehatan pencernaan Gus Yaqut yang diketahui memiliki riwayat penyakit lambung kronis.
“Kebetulan Abah kan punya GERD, jadi tidak bisa makan yang bersantan. Jadi lauk yang ringan-ringan saja, non-santan. Beliau juga tidak terlalu suka daging. Makanya saya bawakan sayur-sayuran biasa untuk sekali makan hari ini, sisanya paling roti dan kue-kue kering. Bapak itu sebenarnya tidak terlalu rewel soal makanan, cuma karena penyakit lambungnya jadi harus ekstra hati-hati,” pungkas Eny.