JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menginjakkan kaki di Tanah Air setelah menuntaskan rangkaian kunjungan kerja ke Prancis. Kepala Negara tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (30/5/2026), dan disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kedatangan Prabowo menandai berakhirnya lawatan diplomatik yang berlangsung selama beberapa hari di negara Eropa tersebut. Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan Prancis di berbagai sektor strategis.
Pesawat Kepresidenan yang membawa Prabowo mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada pagi hari. Presiden tampak turun dari tangga pesawat dengan mengenakan pakaian safari berwarna cokelat khas yang kerap dikenakannya dalam sejumlah agenda kenegaraan.
Setibanya di landasan, Prabowo langsung menghampiri jajaran pejabat yang telah menunggu kedatangannya. Momen penyambutan diawali dengan salam hangat antara Presiden dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Selain Gibran, turut hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Presiden menyalami satu per satu pejabat yang menyambutnya sebelum melanjutkan perjalanan meninggalkan kawasan pangkalan udara.
Usai prosesi penyambutan singkat tersebut, Prabowo berjalan menuju kendaraan dinas Maung berwarna putih yang telah disiapkan di area VVIP. Kendaraan itu kemudian membawa Presiden keluar dari kompleks Lanud Halim Perdanakusuma menuju agenda berikutnya.
Lawatan Penting ke Prancis
Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis dimulai pada Senin (25/5/2026) malam. Dalam lawatan tersebut, Presiden dijadwalkan menjalani sejumlah agenda strategis, termasuk pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Pertemuan kedua pemimpin negara itu dipandang penting dalam memperkuat kemitraan Indonesia dan Prancis yang dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang, terutama di bidang pertahanan, investasi, ekonomi, hingga kerja sama teknologi.
Kunjungan kali ini juga mempertegas intensitas hubungan diplomatik antara Jakarta dan Paris sejak Prabowo menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Berdasarkan catatan perjalanan diplomatik Presiden, lawatan ke Prancis kali ini merupakan kunjungan keempat yang dilakukan Prabowo ke negara tersebut sejak resmi menduduki kursi RI-1.
Frekuensi kunjungan tersebut menunjukkan posisi strategis Prancis dalam peta hubungan luar negeri Indonesia, khususnya di kawasan Eropa.
Melanjutkan Momentum Diplomasi Global
Sejak menjabat sebagai Presiden, Prabowo aktif melakukan kunjungan ke berbagai negara guna memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional. Diplomasi langsung dengan para pemimpin dunia menjadi salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk membuka peluang kerja sama baru sekaligus memperkuat kemitraan yang telah terjalin.
Hubungan Indonesia-Prancis sendiri mengalami sejumlah perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kedua negara tidak hanya menjalin kerja sama ekonomi dan perdagangan, tetapi juga mempererat kolaborasi di sektor pertahanan, pendidikan, kebudayaan, hingga transisi energi.
Kunjungan terbaru ke Paris dinilai menjadi bagian dari kesinambungan agenda tersebut, terutama di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus berubah.
Jejak Bersejarah di Bastille Day
Dari sejumlah lawatan Presiden Prabowo ke Prancis, salah satu yang paling mendapat perhatian internasional terjadi pada 14 Juli 2025. Saat itu, Prabowo menjadi tamu kehormatan dalam upacara peringatan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day di Paris.
Kehadiran Presiden Indonesia dalam perayaan nasional Prancis tersebut dianggap sebagai simbol kuat eratnya hubungan kedua negara. Momen itu juga menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis.
Partisipasi Indonesia dalam acara prestisius tersebut tidak hanya mencerminkan peningkatan kepercayaan antara kedua negara, tetapi juga menunjukkan semakin besarnya peran Indonesia dalam percaturan global.