JAKARTA – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah menjalani pemeriksaan intensif terkait pengembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat. Momen penahanan tersebut ditandai dengan dikenakannya rompi oranye khas tahanan KPK dan borgol di tangan saat yang bersangkutan keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Kamis (4/6/2026).
Penampilan Silmy dengan atribut tahanan KPK sekaligus mengakhiri spekulasi yang berkembang sejak namanya disebut dalam penyidikan kasus yang berawal dari OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Sebelumnya, KPK diketahui tengah berupaya memastikan keberadaan Silmy sebelum akhirnya ia mendatangi kantor lembaga antirasuah tersebut.
Silmy keluar dari ruang pemeriksaan setelah menjalani serangkaian pemeriksaan yang berlangsung sejak malam hari. Dengan mengenakan rompi oranye dan tangan diborgol, ia tampak dikawal petugas saat meninggalkan area pemeriksaan menuju kendaraan tahanan.
Penahanan seorang pejabat setingkat wakil menteri ini menjadi perkembangan signifikan dalam pengusutan dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret sejumlah pihak di lingkungan keimigrasian.
Datang ke KPK pada Malam Hari
Sebelum resmi ditahan, Silmy diketahui mendatangi Gedung Merah Putih KPK pada Rabu (3/6/2026) malam. Kedatangannya disebut berkaitan dengan pengembangan penyidikan kasus OTT yang sebelumnya dilakukan KPK di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Silmy tiba sekitar pukul 22.38 WIB. Ia mengenakan batik berwarna cokelat dan didampingi beberapa ajudan. Setibanya di kompleks KPK, Silmy langsung menuju area resepsionis untuk menjalani proses administrasi sebelum diperiksa penyidik.
Kehadirannya langsung menyita perhatian awak media yang sejak sore menunggu perkembangan kasus tersebut. Situasi di area lobi sempat berlangsung tegang ketika terjadi aksi saling dorong antara sejumlah ajudan dan wartawan yang berupaya mengambil gambar serta meminta keterangan.
Meski demikian, proses kedatangan tetap berlangsung dan Silmy kemudian diarahkan menuju lantai dua Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
KPK Sebelumnya Telusuri Keberadaan Silmy
Sebelum Silmy mendatangi kantor KPK, lembaga antirasuah itu telah mengungkapkan sedang menelusuri keberadaan yang bersangkutan. Informasi tersebut disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Menurut Budi, tim penyidik memperoleh informasi bahwa Silmy diduga masih berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya ketika proses pencarian dilakukan.
“Informasi terakhir yang tim dapatkan berkaitan dengan keberadaan saudara SK, yang bersangkutan diduga berada di Jakarta dan sekitarnya,” kata Budi.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya penyidik mengembangkan hasil OTT yang dilakukan di Jakarta Barat. KPK saat itu masih mendalami keterlibatan sejumlah pihak dan mengumpulkan keterangan tambahan guna memperkuat konstruksi perkara.
Imbauan KPK Agar Kooperatif
Dalam perkembangan sebelumnya, KPK juga secara terbuka meminta Silmy Karim untuk bersikap kooperatif terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Lembaga antirasuah itu menilai sikap terbuka dari pihak yang sedang dicari dapat mempercepat penanganan perkara.
Budi Prasetyo menegaskan bahwa KPK berharap Silmy bersedia memenuhi panggilan dan memberikan keterangan kepada penyidik.
“Dalam kesempatan ini juga mengimbau kepada yang bersangkutan agar kooperatif, barangkali bisa menyerahkan diri kepada KPK sehingga dapat membantu proses penanganan perkara ini,” ujar Budi.
Tak lama setelah imbauan tersebut disampaikan, Silmy akhirnya mendatangi Gedung Merah Putih KPK dan menjalani pemeriksaan yang berujung pada penetapan status tahanan.
Penahanan Jadi Babak Baru Kasus OTT Imigrasi Jakarta Barat
Penahanan Silmy Karim menjadi babak baru dalam penyidikan kasus dugaan korupsi yang bermula dari operasi tangkap tangan di Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Kasus ini sebelumnya telah menarik perhatian publik karena menyasar institusi strategis yang berkaitan dengan pelayanan keimigrasian.
Dengan ditahannya seorang pejabat tinggi negara, fokus penyidikan kini diperkirakan akan mengarah pada pengungkapan lebih jauh mengenai peran masing-masing pihak, aliran dana, serta dugaan praktik yang menjadi objek penyelidikan KPK.
Hingga saat ini, KPK masih terus mendalami perkara tersebut dan belum menutup kemungkinan adanya pengembangan terhadap pihak lain yang diduga terkait dalam kasus yang sedang ditangani. Publik kini menunggu penjelasan resmi KPK mengenai konstruksi perkara, pasal yang disangkakan, serta detail dugaan tindak pidana yang menjerat Silmy Karim.