JAKARTA – Harapan Indonesia untuk meraih gelar di sektor ganda putra Indonesia Open 2026 semakin terbuka setelah pasangan Sabar Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani menembus babak semifinal dengan performa meyakinkan di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Unggulan keenam tuan rumah tersebut tampil solid saat menghadapi pasangan China, Chen Boyang/Liu Yi, pada laga perempat final turnamen level BWF Super 1000 yang menyediakan total hadiah sebesar USD 1,45 juta.
Sabar/Reza berhasil mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor identik 21-15 dan 21-15 dalam pertandingan berdurasi sekitar 40 menit.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi momen balas dendam manis bagi pasangan Indonesia setelah sebelumnya harus mengakui keunggulan Chen/Liu pada pertemuan perdana mereka di Kejuaraan Bulutangkis 2025.
Saat itu, wakil China mampu membalikkan keadaan dan menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-11, 12-21, dan 19-21.
Kali ini, Sabar/Reza tampil jauh lebih siap dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan sejak awal hingga akhir.
Kombinasi serangan agresif serta pertahanan rapat membuat pasangan China kesulitan mengembangkan permainan mereka sepanjang laga.
Kemenangan tersebut tidak hanya mengantarkan Sabar/Reza ke empat besar, tetapi juga memastikan satu tempat bagi Indonesia di partai semifinal sektor ganda putra.
Pasalnya, pada semifinal yang akan berlangsung Sabtu (6/6/2026), Sabar/Reza bakal menghadapi rekan senegara mereka, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Raymond/Nikolaus lebih dulu mengamankan tiket semifinal setelah melalui pertarungan sengit melawan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.
Dalam duel yang berlangsung ketat, pasangan muda Indonesia itu sempat kehilangan gim pertama sebelum bangkit dan menang dengan skor 16-21, 24-22, dan 21-18.
Pertemuan dua pasangan Indonesia di babak semifinal dipastikan menghadirkan persaingan menarik sekaligus menjamin Merah Putih memiliki wakil pada laga final Indonesia Open 2026.
Sorotan kini tertuju pada duel sesama wakil tuan rumah yang diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua pasangan sedang berada dalam performa terbaiknya sepanjang turnamen.
Dengan dukungan penuh publik Istora Senayan, peluang Indonesia untuk kembali berbicara banyak di turnamen bergengsi level Super 1000 tersebut semakin terbuka lebar.***