JAKARTA – Piala Dunia 2026 dipastikan akan menghadirkan warna berbeda dibanding edisi-edisi sebelumnya karena terdapat delapan pasangan saudara kandung yang berhasil mengamankan tempat di turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Fenomena ini menjadi salah satu cerita paling menarik menjelang turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko karena tidak hanya memperlihatkan kualitas sepak bola dalam satu keluarga, tetapi juga menghadirkan kisah emosional tentang identitas, pilihan kewarganegaraan, hingga potensi pertemuan saudara di lapangan.
Dari delapan pasangan tersebut, empat di antaranya memilih membela negara yang berbeda sehingga membuka peluang terciptanya duel keluarga yang langka dalam sejarah Piala Dunia.
Empat Keluarga Terpecah karena Pilihan Tim Nasional
Salah satu kisah yang paling banyak mendapat perhatian adalah keluarga Doué.
Bek kanan Strasbourg, Guéla Doué, memilih memperkuat Pantai Gading dan telah mengoleksi 20 penampilan internasional dengan tiga gol.
Sementara itu, adiknya, Désiré Doué, yang kini menjadi salah satu bintang muda Paris Saint-Germain, memutuskan membela Prancis dan telah mencatatkan enam pertandingan internasional serta dua gol.
Kisah serupa juga terjadi pada keluarga Williams yang menjadi salah satu pasangan saudara paling terkenal di sepak bola saat ini.
Iñaki Williams memilih memperkuat Ghana dan telah mencatat lebih dari 25 penampilan bersama tim nasional tersebut.
Di sisi lain, adiknya Nico Williams menjadi salah satu pilar penting Timnas Spanyol dengan torehan 30 caps dan enam gol, serta turut mengantarkan La Roja menjuarai Euro 2024.
Pasangan saudara lain yang mewakili negara berbeda adalah Derrick Luckassen dan Brian Brobbey.
Luckassen yang berposisi sebagai bek tengah memperkuat Ghana, sedangkan Brobbey menjadi penyerang Belanda yang saat ini berkarier di Liga Inggris bersama Sunderland.
Kelompok terakhir datang dari keluarga Souttar.
John Souttar membela Skotlandia dan bermain untuk Rangers.
Adiknya, Harry Souttar, menjadi andalan lini pertahanan Australia dan telah menjelma sebagai salah satu pemain kunci Socceroos dalam berbagai turnamen internasional.
Empat Pasang Saudara Bersatu di Tim Nasional yang Sama
Selain kisah keluarga yang terbelah, terdapat pula empat pasangan saudara yang tetap bermain bersama untuk negara yang sama.
Prancis memiliki duet kakak beradik Lucas Hernández dan Théo Hernández.
Lucas merupakan anggota skuad juara Piala Dunia 2018, sedangkan Théo kini menjadi salah satu bek kiri terbaik yang dimiliki Prancis.
Belanda mengandalkan pasangan Quinten Timber dan Jurriën Timber.
Jurriën saat ini lebih dikenal publik berkat kiprahnya bersama Arsenal, sementara Quinten terus berupaya memperkuat posisinya di skuad Oranje.
Timnas Tanjung Verde juga memiliki pasangan Laros Duarte dan Deroy Duarte yang menjadi bagian penting dalam sektor tengah tim.
Sementara itu, Curacao mengandalkan kepemimpinan Leandro Bacuna yang juga bermain bersama adiknya, Juninho Bacuna, untuk memperkuat kedalaman lini tengah.
Duel Saudara Baru Bisa Terjadi di Fase Gugur
Meski terdapat empat pasangan yang membela negara berbeda, hasil undian fase grup membuat mereka tidak akan saling berhadapan pada babak penyisihan.
Pantai Gading berada di Grup E, sedangkan Prancis menghuni Grup I sehingga keluarga Doué tidak akan bertemu pada fase awal kompetisi.
Situasi yang sama juga terjadi pada keluarga Williams karena Spanyol menempati Grup H dan Ghana berada di Grup L.
Potensi bentrokan antara Luckassen dan Brobbey juga tertunda karena Ghana berada di Grup L sementara Belanda tergabung di Grup F.
Sementara itu, Skotlandia dan Australia yang diperkuat keluarga Souttar berada di grup berbeda sehingga tidak memiliki peluang bertemu sebelum fase gugur.
Dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta dan babak 32 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah, peluang terjadinya duel saudara baru dapat terwujud jika masing-masing tim berhasil melaju jauh di turnamen.
Pertemuan antara Nico dan Iñaki Williams diperkirakan menjadi duel yang paling menyita perhatian dunia.
Namun, duel antara Guéla dan Désiré Doué juga dinilai memiliki nilai emosional tinggi karena keduanya tumbuh dan berkembang melalui akademi yang sama sebelum memilih jalan berbeda di level internasional.
Kisah Keluarga yang Bisa Menjadi Sejarah
Piala Dunia 2026 bukan hanya soal perebutan trofi paling prestisius di sepak bola internasional.
Turnamen ini juga akan menghadirkan kisah-kisah manusia yang menyentuh, termasuk cerita delapan pasangan saudara kandung yang membawa nama keluarga mereka ke panggung dunia.
Empat pasangan akan berjuang bersama demi negara yang sama.
Empat pasangan lainnya akan membawa kebanggaan keluarga ke dua negara berbeda.
Kini, semua mata tertuju pada perjalanan mereka karena bagan kompetisi berpotensi menciptakan momen bersejarah ketika saudara kandung saling berhadapan dalam pertandingan Piala Dunia yang menentukan nasib negara masing-masing.***