Sensasi remaja 19 tahun, Andrea Kimi Antonelli, semakin tak terbendung. Pembalap masa depan Italia tersebut sukses memperkokoh posisinya di puncak klasemen Formula 1 2026 setelah meraih kemenangan mutlak dalam balapan penuh drama di GP Monako, yang sempat dihentikan akibat kibaran bendera merah (red flag).
Memulai balapan dari pole position pertamanya di sirkuit jalan raya Monte Carlo, Antonelli berhasil mengonversi modal berharga tersebut menjadi kemenangan perdana di seri paling prestisius F1. Performa super dominan ini kian menegaskan statusnya sebagai kandidat terkuat juara dunia musim ini.
Aspal Monako Hancur, Balapan Dihentikan 40 Menit
Awalnya, Antonelli tampak sangat nyaman memimpin balapan dengan keunggulan masif hingga hampir 30 detik. Namun, keadaan berbalik 180 derajat ketika balapan terpaksa dihentikan sementara karena kondisi trek yang membahayakan.
Red flag dikibarkan setelah Charles Leclerc dan Lance Stroll mengalami kecelakaan di tikungan terakhir. Usut punya usut, aspal di area tersebut ternyata mengelupas dan hancur, yang diduga kuat menjadi biang keladi kecelakaan kedua pembalap.
Setelah drama penundaan selama hampir 40 menit, balapan akhirnya dilanjutkan kembali melalui prosedur standing start (start berdiri) dengan menyisakan hanya 8 lap krusial.
Sempurna di Sesi Restart, Pecundangi Lewis Hamilton
Untuk kedua kalinya pada hari Minggu itu, Antonelli melakukan start dengan sangat sempurna. Di tengah tekanan dan atmosfer Monte Carlo yang kacau, ia tetap tenang menjaga jarak dari kejaran mobil Ferrari milik sang juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton. Antonelli pun sukses mengunci kemenangan kelimanya secara beruntun musim ini!
Di belakang Hamilton, pembalap muda Isack Hadjar berhasil mengamankan podium perdananya untuk Red Bull. Meski demikian, posisi Hadjar belum sepenuhnya aman karena ia harus menghadapi investigasi pasca-balapan akibat dugaan pelanggaran saat periode red flag.
Berkah Hamilton, Kiamat bagi George Russell
Kemenangan kelima Antonelli dari enam seri pembuka musim ini membuatnya melesat sendirian di puncak klasemen dengan selisih 68 poin dari rekan setimnya di Mercedes, George Russell.
Jika Antonelli sedang berada di atas angin, Russell justru mengalami mimpi buruk di Monako. Peluang juara dunianya hancur lebur setelah ia dijatuhi dua penalti berat yang membuatnya finis di posisi ke-13 tanpa poin.
Russell terkena penalti 5 detik karena mengebut di dalam pit lane. Kemudian hukumannya dinaikkan menjadi penalti drive-through karena mekanik tim kedapatan menyentuh mobilnya saat ia masuk pit di bawah kondisi Safety Car, yang berarti ia gagal menjalankan hukuman pertamanya dengan benar.
Akibat hasil jeblok ini, pembalap Inggris berusia 28 tahun itu melorot ke peringkat ketiga klasemen, tertinggal dua poin dari Hamilton yang sukses mencetak podium berturut-turutnya musim ini.
Drama Lini Tengah dan Nasib Sial Para Juara Dunia
Di barisan tengah, Oscar Piastri finis di posisi keempat untuk McLaren, tepat di depan duo Racing Bulls, Liam Lawson dan Arvid Lindblad. Pierre Gasly (Alpine) harus puas di posisi ketujuh setelah terkena dua penalti mengebut di pit lane yang merenggut posisi podium ketiganya di lintasan.
Alex Albon mengamankan posisi kedelapan untuk Williams di depan pembalap Haas, Esteban Ocon. Sementara itu, posisi ke-10 dikunci oleh Sergio Perez yang sekaligus mempersembahkan poin perdana dalam sejarah bagi tim baru, Cadillac. Namun, posisi Perez masih terancam karena ia tengah diinvestigasi atas dugaan melakukan false start.
Balapan seri Monako kali ini benar-benar menjadi kuburan bagi para pembalap top. Selain Leclerc dan Stroll, deretan pembalap bintang seperti Carlos Sainz, Lando Norris, Ollie Bearman, Valtteri Bottas, hingga Max Verstappen kompak masuk daftar Did Not Finish (DNF).
Norris terpaksa menyudahi balapan lebih awal karena masalah pada unit daya (power unit) mobil McLaren miliknya. Nasib lebih tragis menimpa Max Verstappen, yang langsung tersingkir di lap pertama setelah mobil Red Bull miliknya mendadak mogok (stalled) sesaat setelah lampu start padam.