Nasib sial tampaknya masih enggan beranjak dari pundak Charles Leclerc saat membalap di rumah sendiri. Pembalap utama Ferrari tersebut harus menelan pil pahit setelah menabrak dinding pembatas pada lap 65 di GP Monako 2026. Merasa frustrasi karena penonton mengira itu kesalahan amatir, Leclerc menyebut insiden tersebut membuat dirinya “terlihat seperti orang bodoh.”
Kecelakaan tragis Leclerc ini memicu keluarnya Safety Car kedua, melengkapi akhir balapan hari Minggu yang penuh dengan drama dan kekacauan.
Sesi balapan bahkan sempat dihentikan total (red flag) karena panitia harus menginvestigasi kondisi aspal trek yang terkelupas. Hancurnya aspal sirkuit jalan raya Monte Carlo tersebut diduga kuat menjadi penyebab kecelakaan Lance Stroll (Aston Martin) di tikungan yang sama pada lap 60. Namun, bagi Leclerc, masalah mobilnya jauh lebih mengerikan dari sekadar aspal rusak.
Amukan di Radio Tim: “Rem Sialan Ini!”
Sesaat setelah mobilnya menghantam dinding, Leclerc langsung meluapkan emosinya yang meledak-ledak melalui radio tim. Ia menolak keras jika kecelakaan itu disebut sebagai human error.
“Saya bahkan tidak akan sudi disalahkan! Rem sialan ini!” umpat Leclerc dengan nada tinggi.
Usai balapan, pembalap asal Monako ini tetap teguh pada argumennya. Ia membantah rumor yang menyebut bahwa aspal mengelupas adalah penyebab utamanya kehilangan kendali.
“Memang aspal yang mengelupas itu tidak membantu, tapi data tidak bisa berbohong,” ketus Leclerc kepada Sky Sports F1.
“Ini sangat membuat frustrasi. Saya selalu jujur, dan tidak peduli seberapa banyak kesalahan yang saya perbuat, saya akan benci berkaca di cermin lalu mencari-cari alasan atas kesalahan saya sendiri. Itulah mengapa saya selalu blak-blakan di depan kamera. Tapi untuk hari ini, saya tidak akan menerima kesalahan itu.”
“Membalap dengan suhu ban yang dingin, ketidakstabilan mobil, dan ban yang menjadi sangat sensitif karena Anda berada di ambang batas performa, benar-benar menjadi mimpi buruk yang nyata. Saya terlihat seperti orang bodoh. Jika saya terlihat bodoh karena kesalahan saya sendiri, saya tidak masalah. Tapi (insiden) ini sudah di ambang batas berbahaya,” tambahnya lagi.
Horor Teknis: Hanya 1 dari 4 Rem yang Berfungsi!
Kepada awak media, termasuk Crash.net, Leclerc akhirnya membongkar borok teknis yang menimpa mobil Ferrari-nya. Ia membeberkan detail mengerikan yang membuatnya nyaris tidak punya pilihan di atas lintasan.
“Dari empat rem yang ada, tiga di antaranya sama sekali tidak berfungsi. Di dalam mobil Formula 1, itu adalah malapetaka besar,” ungkap Leclerc.
“Rem depan kiri berfungsi dengan baik, rem depan kanan hanya berfungsi setengahnya, dan dua rem belakang tidak berfungsi sama sekali! Ketika saya bilang tidak berfungsi sama sekali, artinya berdasarkan data, tidak ada proses deselerasi (pengurangan kecepatan) sama sekali dari rem belakang. Rasanya seperti kaliper remnya bahkan tidak dipasang di mobil tersebut!”
Leclerc mengungkapkan bahwa horor ini mulai muncul tepat setelah periode Safety Car pertama. “Begitu saya melewati Safety Car, tiga dari empat rem saya mati. Saya tidak pernah bisa mengaktifkannya lagi, tidak ada yang berfungsi. Saya mencoba banyak cara di dalam mobil untuk memperbaikinya, tapi nihil. Satu-satunya solusi saat itu adalah tidak menginjak rem di tikungan terakhir, tapi kalau saya lakukan, saya akan hancur menabrak di Tikungan 1. Benar-benar tidak ada jalan keluar.”
Siap Jiplak Konfigurasi Mobil Lewis Hamilton
Beruntung bagi Leclerc, jajaran bos besar Ferrari langsung pasang badan setelah melihat fakta di lembar data telemetri.
“Fred [Vasseur, Kepala Tim Ferrari] dan Jerome [d’Ambrosio, Wakil Kepala Tim] sudah melihat datanya, dan saya pikir semuanya sudah sangat jelas bagi semua orang. Tidak ada keraguan lagi (bahwa mobil yang bermasalah),” kata Leclerc lega.
Ketika ditanya apakah ada hal positif yang bisa dipetik dari akhir pekan yang kelam di Monako ini, Leclerc menjawab dengan sinis namun optimis:
“Hal positifnya adalah saya akan punya solusi untuk masalah rem ini pada balapan akhir pekan depan. Saya akan langsung beralih menggunakan konfigurasi milik Lewis (Hamilton) untuk balapan berikutnya dan seterusnya. Semoga itu bisa menjadi langkah maju yang bagus. Balapan kali ini benar-benar sebuah mimpi buruk,” pungkasnya.