JAKARTA – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan “Operasi Nasr” pada Senin dengan menembakkan rudal ke pangkalan udara Nevatim dan Tel Nof milik Israel.
IRGC menyebut operasi ini sebagai balasan atas serangan rudal Israel terhadap situs radar Iran di tiga lokasi. “Gelombang rudal dan drone akan terus diluncurkan sepanjang waktu selama tujuh hari ke depan hingga musuh gentar dan menghentikan kejahatannya,” tegas IRGC, dilansir Türkiyetoday, Senin (8/6/2026).
Israel sebelumnya menyerang pabrik petrokimia di Mahshahr, Iran, dengan ledakan terdengar di beberapa kota. Sirene peringatan juga berbunyi di wilayah tengah dan selatan Israel. Semua rudal Iran yang ditembakkan berhasil dicegat sistem pertahanan Israel.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera menggelar rapat kabinet keamanan darurat pada hari ke-100 perang Iran. Bentrokan ini disebut sebagai pelanggaran paling serius terhadap gencatan senjata 8 April, dengan Iran mengancam “operasi besar-besaran di semua lini.”
Pejabat pertahanan Israel memperkirakan eskalasi ini dapat memicu “perang selama beberapa hari” antara kedua negara.