JAKARTA – FIFA menghadapi tantangan besar menjelang dimulainya Piala Dunia 2026 setelah hampir 180 ribu tiket pertandingan fase grup masih belum terjual hanya beberapa hari sebelum turnamen resmi dibuka.
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran akan banyaknya kursi kosong di stadion, sebuah kondisi yang berpotensi menjadi pukulan citra bagi FIFA yang sebelumnya mengklaim antusiasme publik terhadap turnamen terbesar sepak bola dunia itu sangat tinggi.
Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan mulai bergulir pada 11 Juni dengan berbagai sorotan yang tidak hanya berkaitan dengan sepak bola, tetapi juga isu keamanan, kebijakan perjalanan, hingga kontroversi harga tiket yang dianggap terlalu mahal oleh banyak penggemar.
Data terbaru menunjukkan pertandingan pembuka Tim Nasional Amerika Serikat melawan Paraguay masih menyisakan lebih dari 4.400 kursi yang tersedia melalui jalur penjualan resmi.
Mengutip laporan The Mirror US, Selasa (9/6/2026), meski sejumlah diskon mulai diberikan, harga tiket tetap dinilai memberatkan bagi sebagian besar suporter.
Harga rata-rata tiket pertandingan tersebut masih berada di atas 800 dolar AS atau sekitar Rp13 juta, sedangkan tiket termurah yang dijual langsung FIFA masih dibanderol sekitar 1.120 dolar AS atau setara Rp18,2 juta dengan asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS.
Portal penjualan ulang resmi FIFA saat ini mencatat sekitar 176 ribu tiket tersedia untuk pertandingan fase grup, sementara sekitar 15 ribu tiket lainnya masih dijual melalui platform resmi organisasi tersebut.
Salah satu faktor yang dituding menjadi penyebab lemahnya penjualan adalah penerapan sistem dynamic pricing, yakni mekanisme harga yang naik dan turun mengikuti tingkat permintaan pasar.
Kebijakan tersebut menuai kritik dari suporter hingga kalangan politisi karena dianggap membuat harga tiket menjadi tidak masuk akal.
Pemerintah daerah New York dan New Jersey bahkan telah melakukan penyelidikan terkait lonjakan harga tiket yang disebut berada pada tingkat yang sulit dijangkau masyarakat umum.
Kontroversi semakin mencuat setelah harga tiket laga final sempat dilaporkan mendekati 33 ribu dolar AS atau sekitar Rp537,9 juta, sebelum akhirnya mengalami penurunan akibat melemahnya permintaan pasar.
Dalam iklan promosi terbarunya di Toronto, maskapai Air Transat bahkan menyindir tingginya harga tiket Piala Dunia dengan cara satir yang menarik perhatian publik.
FIFA sebelumnya mengungkapkan bahwa situs penjualan tiket mereka menerima lebih dari 500 juta permintaan pemesanan sejak tahap awal penjualan dibuka.
Namun kondisi saat ini menunjukkan realitas yang berbeda karena ribuan tiket masih belum menemukan pembeli menjelang kick-off turnamen.
FIFA juga menargetkan pemasukan lebih dari 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp48,9 triliun dari penjualan tiket dan paket hospitality selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Angka tersebut lebih dari tiga kali lipat dibandingkan pendapatan serupa pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Di tengah kritik yang terus menguat, FIFA menyatakan strategi penjualan tiket telah dirancang untuk menyediakan berbagai pilihan harga bagi seluruh kalangan penonton.
Meski demikian, organisasi sepak bola dunia itu mulai melepas sejumlah tiket dengan harga lebih rendah sebagai respons terhadap menurunnya penjualan.
Data terbaru juga menunjukkan harga rata-rata tiket di pasar penjualan ulang resmi turun sekitar 20 persen dalam satu bulan terakhir.
Dengan adanya biaya komisi penjualan ulang sebesar 26 persen, banyak pemilik tiket diperkirakan harus menjual kembali tiket mereka dengan kerugian.
Jika tren tersebut terus berlanjut hingga hari pembukaan, FIFA berisiko menghadapi pemandangan stadion yang tidak terisi penuh pada sejumlah pertandingan awal Piala Dunia 2026.
“Kursi kosong di stadion akan menjadi ujian besar bagi FIFA yang sebelumnya sangat percaya diri terhadap tingginya minat publik terhadap Piala Dunia 2026.”
Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu akan berlangsung selama lima pekan dan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta serta digelar di tiga negara tuan rumah secara bersamaan.***