JAKARTA – Menjelang Piala Dunia 2026, Markas Besar FIFA di Zurich, Swiss, diguncang aksi vandalisme. Pada Rabu (10/6/2026), plang nama FIFA di depan kantor pusat organisasi sepak bola dunia itu ditempeli poster bernada sindiran politik.
Aksi ini diklaim oleh seniman jalanan anonim dengan akun @laika1954. Dalam poster, Presiden FIFA, Gianni Infantino digambarkan berdampingan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keduanya tidak memegang Trofi Piala Dunia, melainkan trofi berbentuk tengkorak manusia.
Lewat pernyataan yang menyertai aksinya, laika1954 menyebut Piala Dunia 2026 sebagai “Trump’s World Cup”. Ia menilai turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sarat kontroversi politik dan kemanusiaan. Isu deportasi, diskriminasi rasial, larangan visa, hingga kebijakan perbatasan disebut sebagai sorotan utama. FIFA juga dikritik karena dianggap terlalu dekat dengan kepentingan politik dan bisnis.
Harga tiket Piala Dunia 2026 yang disebut sebagai salah satu yang termahal dalam sejarah turut menjadi bahan kritik. Menurut laika1954, kondisi ini membuat sepak bola semakin jauh dari penggemar biasa dan lebih menguntungkan kelompok elite.
Meksiko sebagai tuan rumah bersama juga tak luput dari sorotan. Pemerintah negara tersebut dituding menggunakan ajang olahraga terbesar dunia untuk mengalihkan perhatian publik dari persoalan kemanusiaan di dalam negeri.
Aksi vandalisme ini muncul di tengah derasnya kritik terhadap kebijakan imigrasi Amerika Serikat. Salah satu kasus yang paling banyak dibicarakan adalah deportasi wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan.
Di sisi lain, Timnas Iran menghadapi pembatasan ketat. Mereka tidak diperbolehkan bermarkas atau menggelar pemusatan latihan di wilayah Amerika Serikat dan hanya diberi akses masuk terbatas saat jadwal pertandingan berlangsung.



