JAKARTA – TNI Angkatan Udara kembali mencatatkan capaian dalam pengembangan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan militer internasional. Tiga perwira TNI AU berhasil menyelesaikan pendidikan Air Command and Staff College (ACSC) Academic Year 2025–2026 di Maxwell Air Force Base, Alabama, Amerika Serikat, yang berlangsung sejak 2 Juni 2025 hingga 21 Mei 2026.
Ketiga perwira tersebut yakni Mayor Pnb Ilham Widi Pratama, Mayor Pnb Dentabela Kusmanto, dan Mayor Lek Ramayuda Rahmad. Kelulusan mereka menjadi bagian dari upaya TNI AU dalam menyiapkan kader pemimpin masa depan yang memiliki kemampuan strategis, wawasan global, serta kesiapan menghadapi tantangan operasi udara modern.
Program ACSC merupakan lembaga pendidikan pengembangan perwira menengah milik Angkatan Udara Amerika Serikat yang setara dengan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) di Indonesia. Pendidikan ini dikenal sebagai salah satu jenjang pengembangan karier penting bagi perwira yang diproyeksikan menduduki jabatan strategis di lingkungan angkatan udara.
Pada tahun akademik 2025–2026, ACSC diikuti sebanyak 485 peserta yang terdiri atas perwira dari berbagai matra militer Amerika Serikat, termasuk United States Air Force, United States Space Force, United States Navy, United States Marine Corps, dan United States Army. Selain itu, program tersebut juga diikuti peserta sipil serta 81 perwira internasional dari 67 negara.
Keikutsertaan perwira TNI AU dalam forum pendidikan militer multinasional tersebut memberikan kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai dinamika keamanan global, konsep operasi gabungan, hingga perkembangan doktrin dan strategi pertahanan udara yang diterapkan berbagai negara.
Selama mengikuti pendidikan, para peserta mendapatkan pembekalan dalam bidang kepemimpinan militer, perencanaan operasi, strategi pertahanan, pengambilan keputusan tingkat operasional, serta kajian lingkungan strategis yang terus berkembang seiring perubahan lanskap keamanan dunia.
Sebelum memasuki program utama ACSC, ketiga perwira TNI AU tersebut terlebih dahulu menjalani International Officer Preparation Course selama satu bulan. Tahapan ini menjadi bagian dari proses persiapan akademik bagi peserta internasional guna mendukung keberhasilan selama mengikuti pendidikan.
Keberhasilan menyelesaikan pendidikan di ACSC dinilai memiliki arti penting bagi pengembangan organisasi TNI AU. Selain meningkatkan kapasitas individu perwira, pengalaman yang diperoleh selama pendidikan diharapkan dapat memperkaya wawasan serta mendukung pengembangan doktrin, strategi, dan profesionalisme personel di lingkungan TNI AU.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, mengatakan capaian tersebut merupakan wujud komitmen TNI AU dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berstandar internasional.
“Keberhasilan menyelesaikan pendidikan tersebut mencerminkan komitmen TNI AU dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan militer bertaraf internasional, sekaligus memperkuat kerja sama internasional dan diplomasi pertahanan dengan negara-negara sahabat,” ujar Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana.
Lebih dari sekadar pencapaian akademik, kelulusan tiga perwira TNI AU dari ACSC juga menjadi bagian dari penguatan diplomasi pertahanan Indonesia. Interaksi yang terjalin dengan perwira dari berbagai negara selama pendidikan membuka peluang untuk mempererat hubungan militer, meningkatkan interoperabilitas, serta memperkuat kerja sama pertahanan di masa depan.
Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen TNI AU dalam membangun kekuatan udara yang adaptif, profesional, dan modern melalui investasi berkelanjutan pada kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu elemen utama pertahanan negara.
