Sebuah rahasia besar akhirnya terungkap pasca-balapan dramatis di Sirkuit Barcelona-Catalunya akhir pekan ini. Pembalap legendaris Formula 1, Lewis Hamilton, baru saja membeberkan bahwa dirinya sempat mengalami cedera misterius di awal musim 2025 yang terpaksa ia “bawa” selama berbulan-bulan di atas lintasan.
Pengakuan mengejutkan ini terlontar sesaat setelah juara dunia tujuh kali tersebut berhasil mempersembahkan kemenangan perdana yang sangat emosional bagi tim barunya, Ferrari, setelah sukses mengasapi pembalap Mercedes, George Russell, dalam GP Spanyol.
Misi Rahasia Sejak Hari Natal: Keluar dari ‘Matrix’
Bagi Hamilton, kemenangan ini bukan sekadar raihan trofi biasa, melainkan pembuktian setelah musim debutnya yang mengecewakan bersama tim berlambang Kuda Jingkrak itu dihujani kritik tajam. Pembalap Inggris berusia 41 tahun tersebut mengakui bahwa dirinya sempat goyah akibat komentar-komentar negatif publik.
Guna mengembalikan performa fisik dan mentalnya, Hamilton melakukan perombakan total sejak libur akhir tahun lalu. Hamilton memilih menjauh dari hiruk-pikuk media, lalu menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat sejatinya.
Tepat pada Hari Natal, ia memulai program latihan fisik paling brutal sepanjang kariernya untuk mengembalikan kebugaran tubuh.
“Awal tahun lalu, saya sebenarnya mengalami cedera di sini (Barcelona) dan harus menahannya selama berbulan-bulan. Namun, latihan yang saya jalani sejak Hari Natal jauh lebih keras dari apa pun yang pernah saya rasakan sebelumnya,” ungkap Hamilton tanpa merinci jenis cedera yang ia alami.
Kilas balik ke akhir Januari tahun lalu, Hamilton memang sempat mengalami kecelakaan saat melakoni uji coba privat bersama Ferrari di Barcelona. Saat itu, pihak tim menyatakan bahwa sang pembalap baik-baik saja dan tidak terluka, yang kini terbukti sebaliknya.
Akhiri Paceklik Ferrari dan Tidur Nyenyak Berbaju Merah
Kemenangan luar biasa di GP Spanyol ini menggenapi koleksi kemenangan sepanjang karier balap Hamilton menjadi 106 kemenangan. Ini juga menjadi podium pertama Hamilton sejak terakhir kali mencicipinya pada GP Belgia 2024 silam.
Lebih dari itu, hasil manis ini sekaligus menyudahi masa-masa paceklik kemenangan bagi Ferrari yang sudah berlangsung cukup lama sejak GP Meksiko 2024—yang kala itu dimenangi oleh Carlos Sainz, pembalap yang posisinya digantikan oleh Hamilton.
Saking bahagianya bisa membungkam para peragu, Hamilton meluapkan emosinya dengan kalimat yang ikonik.
“Saya telah membangun kembali mental saya hingga titik ini untuk kembali ke tempat saya yang dulu, dan rasanya sangat luar biasa bisa berdiri di atas podium ini lagi. Kemungkinan besar, saya akan tidur sambil tetap memakai seragam merah Ferrari ini malam nanti,” pungkas Hamilton penuh tawa.



