JAKARTA — Kejuaraan Pencak Silat Kasau Cup 2026 kembali digelar sebagai salah satu agenda strategis pembinaan olahraga nasional yang tidak hanya menargetkan prestasi, tetapi juga menekankan pembentukan karakter generasi muda melalui olahraga bela diri tradisional Indonesia.
Ajang yang berlangsung di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Sabtu (20/6/2026), ini dibuka secara resmi oleh Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Udara (Aster Kasau) Marsda TNI Dr. Palito Sitorus yang mewakili Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Pembukaan berlangsung meriah dengan prosesi pemukulan gong, disaksikan jajaran pejabat TNI Angkatan Udara serta pengurus organisasi pencak silat.
Momen simbolis juga ditandai dengan penyerahan golok dari wasit juri kepada Aster Kasau sebagai penanda dimulainya rangkaian pertandingan. Tradisi tersebut menjadi simbol sportivitas sekaligus penghormatan terhadap nilai-nilai pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menegaskan bahwa penyelenggaraan Kasau Cup merupakan bentuk komitmen TNI AU dalam mendukung pembinaan olahraga nasional yang berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa ajang ini tidak semata berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan disiplin dan karakter bagi generasi muda.
“Pencak Silat Kasau Cup merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Udara dalam mendukung pembinaan olahraga dan pembangunan karakter generasi muda Indonesia,” ujar Suadnyana dalam keterangannya.
Dalam sambutan Kasau yang dibacakan oleh Aster Kasau, ditegaskan bahwa kejuaraan ini memiliki makna lebih luas dari sekadar arena pertandingan. Kasau Cup dipandang sebagai ruang pembinaan mental, fisik, sekaligus karakter bagi atlet muda Indonesia agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berintegritas.
Tahun ini, Kasau Cup 2026 mencatat partisipasi besar dengan melibatkan lebih dari 1.000 atlet dari 129 kontingen yang berasal dari 11 provinsi di Tanah Air. Tingginya jumlah peserta menunjukkan meningkatnya minat daerah dalam mengembangkan pencak silat, baik sebagai cabang olahraga prestasi maupun bagian dari pelestarian budaya nasional.
Selain itu, kejuaraan ini juga diproyeksikan menjadi ajang pencarian bakat atlet potensial yang dapat dipersiapkan untuk bersaing di level nasional hingga internasional. Dengan sistem kompetisi yang terstruktur, Kasau Cup diharapkan mampu melahirkan atlet berdaya saing global yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya Indonesia.
Dari sisi kelembagaan, dukungan terhadap ajang ini juga terlihat dari kehadiran sejumlah pejabat TNI AU, di antaranya Asops Kasau, Askomlek Kasau, Kadiswatpersau, Kadisbinjasau, hingga Dandiv Parako Pasgat. Turut hadir pula perwakilan organisasi pencak silat seperti Ketua IPSI Jakarta Timur dan Sekretaris Umum Pengprov IPSI DKI Jakarta, yang memperkuat sinergi antara militer dan organisasi olahraga nasional.
Keterlibatan berbagai pihak ini menegaskan bahwa pembinaan pencak silat tidak hanya menjadi tanggung jawab satu institusi, melainkan gerakan bersama untuk menjaga eksistensi dan prestasi olahraga tradisional Indonesia di tingkat global.
Dengan skala peserta yang besar serta dukungan lintas sektor, Kasau Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga panggung pembentukan generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan siap bersaing di kancah internasional.