JAKARTA – Korea Selatan gagal mengamankan tiket otomatis ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah tumbang 0-1 dari Afrika Selatan pada laga penentuan Grup A. Sebaliknya, kemenangan itu membawa Afrika Selatan melaju ke fase gugur sebagai runner-up grup.
Hasil tersebut membuat Afrika Selatan mengakhiri fase grup sebagai runner-up dengan koleksi empat poin, sedangkan Meksiko melenggang ke fase gugur sebagai pemuncak klasemen setelah menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan.
Kemenangan Afrika Selatan menjadi salah satu kejutan terbesar pada fase grup kali ini. Pasalnya, Korea Selatan yang lebih dominan dalam penguasaan bola justru gagal mengonversi dominasi tersebut menjadi gol.
Afsel Tampil Efektif
Pertandingan yang berlangsung di Estadio BBVA, Guadalupe, Meksiko, Kamis (25/6/2026) pagi WIB, memperlihatkan kontras antara penguasaan bola dan efektivitas permainan.
Korea Selatan mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 65 persen. Namun, dominasi itu tidak cukup untuk membongkar pertahanan rapat yang dibangun skuad besutan Hugo Broos.
Sebaliknya, Afrika Selatan tampil lebih tajam ketika mendapatkan peluang. Meski hanya menguasai 35 persen bola, mereka mampu mencatatkan empat tembakan tepat sasaran yang beberapa kali mengancam gawang Korea Selatan.
Gol penentu kemenangan akhirnya lahir melalui aksi spektakuler Thapelo Maseko. Memanfaatkan umpan Tshepang Moremi, Maseko melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke dalam gawang yang dikawal Kim Seung-gyu.
“Memanfaatkan assist Tshepang Moremi, sepakan kaki kiri Thapelo Maseko dari luar kotak penalti masuk ke gawang Korea Selatan,”* demikian jalannya proses gol yang menjadi pembeda dalam laga krusial tersebut.
Gol itu membuat kubu Korea Selatan semakin tertekan. Meski berupaya meningkatkan intensitas serangan hingga menit-menit akhir, Taeguk Warriors gagal menemukan celah untuk menyamakan kedudukan.
Peluit panjang yang dibunyikan wasit menjadi penanda keberhasilan Afrika Selatan mengamankan tiga poin penting sekaligus mengunci posisi runner-up Grup A.
Meksiko Tak Terbendung, Republik Ceko Jadi Korban Berikutnya
Sementara itu, di pertandingan lain, Meksiko kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu tim paling konsisten di fase grup.
Menghadapi Republik Ceko, El Tri tampil dominan sejak awal laga. Meski sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan pada babak pertama, Meksiko akhirnya menemukan ritme permainan setelah turun minum.
Mateo Chavez membuka keran gol pada menit ke-55 yang membuat stadion bergemuruh. Keunggulan tersebut meningkatkan kepercayaan diri para pemain Meksiko untuk terus menekan.
Hanya enam menit berselang, Julian Quinones menggandakan keunggulan menjadi 2-0 dan membuat Republik Ceko semakin kesulitan bangkit.
Saat pertandingan memasuki masa injury time, Alfaro Fidalgo melengkapi pesta kemenangan lewat gol pada menit 90+4. Skor 3-0 bertahan hingga akhir pertandingan.
Kemenangan ini memastikan Meksiko menutup fase grup dengan catatan sempurna. Tiga kemenangan dari tiga pertandingan membuat mereka mengoleksi sembilan poin dan menjadi salah satu tim yang paling meyakinkan menuju babak 32 besar.
Afrika Selatan Ukir Sejarah
Keberhasilan Afrika Selatan melaju ke fase gugur menjadi pencapaian penting bagi sepak bola negara tersebut. Setelah sempat diragukan mampu bersaing di grup yang dihuni tim-tim kuat, Bafana Bafana justru menunjukkan mentalitas tinggi pada laga penentuan.
Pelatih Hugo Broos layak mendapat apresiasi atas strategi efektif yang diterapkannya. Timnya tidak terpancing bermain terbuka melawan Korea Selatan dan memilih tampil disiplin sembari mengandalkan serangan balik cepat.
Pendekatan itu terbukti sukses. Afrika Selatan tidak hanya mampu meredam dominasi lawan, tetapi juga lebih efektif dalam menciptakan peluang berbahaya.
Dengan status runner-up grup, Afrika Selatan kini berhak melanjutkan petualangan mereka ke babak 32 besar dan berpotensi menjadi ancaman bagi tim-tim unggulan.
Korea Selatan Masih Menyimpan Asa
Meski gagal finis di dua posisi teratas Grup A, peluang Korea Selatan untuk melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya tertutup.
Format turnamen memberikan kesempatan bagi delapan tim peringkat ketiga terbaik untuk lolos ke babak 32 besar. Jalur inilah yang kini menjadi harapan terakhir Taeguk Warriors.
Korea Selatan menutup fase grup dengan koleksi tiga poin. Dalam klasemen sementara peringkat ketiga terbaik, mereka berada di posisi keempat dengan raihan tiga angka dan selisih gol minus satu.
Situasi tersebut membuat nasib Korea Selatan masih bergantung pada hasil pertandingan dari grup-grup lain yang belum menyelesaikan seluruh laga fase grup.
Meski posisi mereka belum aman, peluang untuk melangkah ke fase gugur masih terbuka lebar apabila mampu bertahan di jajaran delapan besar klasemen peringkat ketiga terbaik.
Klasemen Akhir Grup A Piala Dunia 2026
- Meksiko – 9 poin
- Afrika Selatan – 4 poin
- Korea Selatan – 3 poin
- Republik Ceko – 1 poin
Meksiko dan Afrika Selatan resmi melangkah ke babak 32 besar. Sementara itu, Korea Selatan kini harus menunggu dengan harap-harap cemas, berharap hasil dari grup lain cukup menguntungkan untuk membawa mereka tetap bertahan di panggung Piala Dunia 2026.



