Setelah tren taro (talas ungu) sukses merajai dunia kuliner, kini muncul primadona baru di dunia dessert, yaitu ube. Karena pelafalan namanya yang sangat mirip dengan kata “ubi” dalam bahasa Indonesia, ditambah warnanya yang sama-sama ungu, banyak orang mengira ube hanyalah sebutan keren untuk ubi ungu lokal.
Nyatanya, ube dan ubi ungu adalah dua varietas tanaman yang sepenuhnya berbeda. Salah kaprah ini membuat banyak pembuat kue menggunakan ubi jalar ungu biasa, namun melabeli produk mereka dengan nama ube. Padahal, ube memiliki karakteristik unik yang mengakar kuat dalam budaya kuliner Filipina jauh sebelum bahan ini mendunia.
Profil Ube: Si Ungu Wangi Vanilla dari Asia Tenggara
Secara botani, ube memiliki nama ilmiah Dioscorea alata dan masuk dalam kategori yam (sejenis gembili/uwi). Tanaman ini merupakan flora asli wilayah Asia Tenggara dan Oseania.
Ube umumnya memiliki ciri kulit luar kasar, tebal, dan berserat menyerupai kulit kayu pohon. Kulit ini wajib dikupas bersih sebelum diolah. Daging dalamnya berwarna ungu muda hingga ungu cerah yang estetik. Ube memiliki rasa manis alami yang khas dengan sentuhan aroma mirip vanilla.
Di Filipina selaku produsen utamanya, ube diolah menjadi berbagai kudapan manis tradisional maupun modern, mulai dari selai (ube halaya), isian bakpao, mochi, es krim, hingga campuran es serut khas bernama halo-halo.
Profil Ubi Ungu: Si Manis Merambat dari Amerika
Berbeda dengan ube, ubi ungu (Ipomoea batatas) yang lazim kita temukan di pasar tradisional Indonesia sebetulnya bukan tanaman asli Asia. Jenis umbi ini merupakan ubi jalar (sweet potato) yang berasal dari kawasan tropis Amerika Tengah dan Selatan, serta masih berkerabat dekat dengan kentang.
Ubi jalar ungu memiliki kulit luar tipis, halus, dan berwarna cokelat muda mirip kentang. Karena kulitnya tipis, ubi ini bisa langsung dikukus atau dibakar tanpa perlu dikupas terlebih dahulu.
Daging dalamnya berwarna ungu pekat yang akan berubah menjadi ungu gelap setelah dimasak. Memiliki rasa manis yang lebih sederhana namun pekat dan konsisten. Di Indonesia, tanaman ini tumbuh merambat di atas permukaan tanah dengan bunga yang cantik.
Perbandingan Tekstur Saat Diolah
Bagi para pegiat kuliner, kedua umbi ini tidak bisa saling menggantikan karena menghasilkan tekstur adonan yang berbeda:
-
Tekstur Ube: Cenderung lebih padat, tebal, dan agak lembap seperti adonan tepung. Serat alaminya yang kuat membuat ube biasanya harus diparut (seperti memarut keju) agar teksturnya hancur dengan lembut.
-
Tekstur Ubi Ungu: Lebih berair dan agak basah. Setelah dikukus, ubi ungu sangat mudah dilumatkan cukup dengan ditekan atau ditumbuk biasa, menghasilkan tekstur lembut yang mirip dengan kentang tumbuk (mashed potato).
Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan
Warna ungu pekat pada ube maupun ubi ungu sama-sama berasal dari senyawa antosianin. Antioksidan kuat ini juga ditemukan pada buah blueberry dan terbukti sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung, meminimalisir risiko kanker serta diabetes, hingga menjaga fungsi otak.
Secara umum, profil kalori, karbohidrat, serat, dan kalsium keduanya hampir berimbang. Namun, ube diketahui menyimpan pasokan kalium dan serat makanan yang sedikit lebih tinggi. Di sisi lain, ubi jalar ungu memiliki kadar gula yang sedikit lebih banyak, sehingga ube bisa menjadi alternatif yang lebih ramah bagi mereka yang sedang membatasi asupan gula.