JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah beakhir.
“Sejauh yang saya ketahui, ini sudah berakhir,” kata Trump saat KTT NATO di Ankara, Türkiye, Rabu (8/7/2026). Ia menambahkan, “Hanya membuang waktu berurusan dengan mereka,” seperti dilansir AFP.
Pernyataan itu muncul setelah Washington melancarkan serangan besar terhadap Iran, menghantam lebih dari 80 target termasuk sistem pertahanan udara, jaringan komando, radar pesisir, rudal anti-kapal, serta lebih dari 60 kapal kecil IRGC di sekitar Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi tersebut sebagai “serangan dahsyat terhadap Iran untuk memberikan dampak berat,” yang diklaim sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal komersial.
Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan operasi gabungan rudal dan drone, menyerang 85 fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait, termasuk pangkalan Armada Kelima di Bahrain dan Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait. IRGC juga mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah drone MQ-9 milik AS.
Iran menegaskan bahwa serangan balasan itu merupakan “respons awal” terhadap pelanggaran gencatan senjata dan kesepakatan yang dilakukan AS. Ketegangan di Teluk pun semakin meningkat, menandai berakhirnya masa gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara.