JKARTA – Iran melaporkan proyektil Amerika Serikat menghantam area sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr pada Kamis (9/7/2026), di tengah eskalasi konflik Washington–Teheran.
Wakil Gubernur Bushehr, Ehsan Jahangirian, menyebut serangan terjadi di perimeter fasilitas nuklir, situs militer dekat Choghadak, serta dermaga perikanan Asaluyeh. Sebuah kapal nelayan dilaporkan terbakar, namun belum ada korban jiwa di provinsi tersebut.
Kantor Berita Fars yang dilansir Türkiyetoday, menegaskan dua ledakan terdengar sebelum serangan dikonfirmasi, sementara ISNA menyebut serangan itu bagian dari pelanggaran gencatan senjata. Pemerintah Iran membantah klaim bahwa proyektil langsung mengenai reaktor Bushehr. Fasilitas yang beroperasi sejak 2011 dengan dukungan teknisi Rusia itu sebelumnya sudah menjadi target serangan AS–Israel pada Maret, hingga memicu peringatan IAEA soal risiko kecelakaan radiologis.
Ledakan juga dilaporkan di Bandar Abbas, dengan aktivitas pertahanan udara terlihat di beberapa bagian kota. Serangan ini merupakan bagian dari gelombang serangan AS yang menurut CENTCOM menghantam sekitar 90 target militer Iran, termasuk pertahanan udara, gudang rudal dan drone, aset angkatan laut, serta infrastruktur logistik pesisir.
Kementerian Kesehatan Iran menyebut total korban dalam dua hari terakhir mencapai 14 orang tewas dan 78 luka-luka di lima provinsi. Sementara itu, Fars melaporkan salah satu jembatan kereta api yang diserang adalah Aq Taqeh Khan di Golestan, jalur vital menuju China dan jalur alternatif Rusia untuk pengiriman kargo ke Iran.