JAKARTA – Ketegangan di kawasan Teluk meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan besar-besaran. Komando Pusat AS (CENTOM) mengumumkan bahwa pasukan Amerika menghantam sekitar 140 terget di Iran dalam gelombang serangan ketiga pekan ini.
“Pasukan AS menghantam sekitar 140 target militer Iran dengan amunisi presisi yang diluncurkan oleh pesawat tempur berbasis darat dan laut, drone, dan kapal angkatan laut. Target tersebut termasuk lokasi rudal dan drone Iran, kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, dan lokasi pengawasan pantai,” kata CENTCOM pada X, dikutip Sputnik, Minggu (12/7/2026).
CENTCOM menambahkan, total lebih dari 300 target di Iran telah diserang sepanjang pekan ini. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone ke sistem pertahanan udara Patriot, gudang amunisi, serta fasilitas radar militer AS di Kuwait.
Press TV melaporkan bahwa Iran juga menyerang fasilitas komunikasi dan radar militer AS di Bahrain. Tak berhenti di sana, Korps Garda Revolusi Islam mengeklaim telah menembakkan rudal balistik ke pangkalan udara Al Udeid milik AS di Qatar.
Ketegangan ini menandai eskalasi serius setelah penutupan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia, yang semakin memperburuk krisis keamanan di kawasan.