JAKARTA – Bagi banyak warga Eropa, Piala Dunia 2026 menjadi lebih dari sekadar ajang sepak bola karena juga mengubah pandangan mereka terhadap Amerika Serikat.
Ribuan pendukung dari Inggris, Norwegia, Swiss, Spanyol, dan negara Eropa lainnya datang ke Amerika Utara untuk menyaksikan turnamen bergengsi tersebut.
Meski Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi tuan rumah bersama, sebagian besar pertandingan digelar di berbagai kota di Amerika Serikat.
Melansir laporan The Spun, Senin (13/7/2026), selama turnamen, para wisatawan mengunjungi beragam destinasi, mulai dari Miami, Kansas City, Los Angeles, New York hingga kota-kota lainnya.
Sebelum berangkat, tidak sedikit warga Eropa memiliki pandangan negatif terhadap Amerika karena informasi dari media sosial dan pemberitaan.
Namun pengalaman langsung selama berada di Amerika justru membuat banyak dari mereka mengubah penilaian tersebut.
Sejumlah penggemar mengaku realitas yang mereka temui sangat berbeda dibandingkan gambaran yang selama ini mereka lihat dari kejauhan.
Seorang suporter asal Swiss menyampaikan pengalamannya menjelang laga perempat final tim negaranya melawan Argentina.
“Kami di Eropa mendengar begitu banyak kabar buruk tentang Amerika Serikat, tentang Trump dan ICE.”
“Namun di sini kami bertemu banyak orang yang ramah.”
“Rasanya luar biasa bisa berada di Amerika Serikat,” katanya.
Selain keramahan masyarakat, wisatawan Eropa juga menikmati kuliner, budaya, lanskap alam, hingga gaya hidup khas Amerika.
Salah satu hal yang paling mengejutkan mereka justru bukan objek wisata, melainkan penggunaan pendingin ruangan atau air conditioner.
Komedian sekaligus perancang perangkat lunak asal Eropa, Victor Vacheron, mengaku terkesan dengan kenyamanan ruangan berpendingin.
“Pelajaran terbesar dari Piala Dunia ini adalah orang Amerika mungkin benar soal penggunaan pendingin ruangan,” ujarnya.
Seorang jurnalis asal Eropa bahkan menggambarkan sensasi memasuki ruangan ber-AC di Amerika.
“Rasanya seperti masuk ke dalam lemari pendingin,” katanya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kunjungan langsung mampu mengubah persepsi yang sebelumnya terbentuk dari informasi tidak langsung.
Piala Dunia 2026 pun menjadi ajang yang mempertemukan budaya sekaligus mempererat hubungan masyarakat dari berbagai negara.
Dalam banyak kasus, keramahan penduduk dan kenyamanan fasilitas menjadi kesan yang paling membekas bagi para pengunjung Eropa.***