Drama panas menyelimuti akhir laga semifinal Piala Dunia 2026 setelah Inggris dipastikan tumbang 1-2 dari Argentina di Atlanta. Bintang muda Inggris, Jude Bellingham, tertangkap kamera melayangkan tamparan ke bagian belakang kepala pemain cadangan Argentina, Valentin Barco, sesaat setelah peluit panjang berbunyi.
Barco—yang sama sekali tidak bermain dalam laga tersebut—tengah merayakan kemenangan di lapangan dan memeluk rekan-rekan setimnya di dekat Bellingham. Gelandang Real Madrid berusia 23 tahun itu tiba-tiba berjalan mendekat dan langsung “menggetok” kepala Barco.
Aksi spontan Bellingham sontak memicu keributan kecil (melee) ketika para pemain dari kedua kubu langsung berhamburan saling dorong sebelum akhirnya dilerai.
Aksi Provokasi yang Menyulut Emosi
Meski belum diketahui pasti apa yang diucapkan kedua pemain, rekaman pertandingan menunjukkan bahwa Barco (21) sempat melakukan provokasi. Sesaat setelah Enzo Fernandez mencetak gol penyeimbang bagi Argentina pada menit ke-85, bek milik Strasbourg yang santer dikabarkan segera gabung Chelsea itu berlari ke lapangan dan melakukan selebrasi provokatif tepat di depan wajah para pemain Inggris.
Mantan kiper Timnas Inggris, Paul Robinson, yang menjadi komentator untuk BBC Radio 5 Live, mengecam keras aksi pemain muda Argentina tersebut.
“Apa yang dilakukan Barco mungkin adalah contoh sportivitas terburuk yang pernah kita lihat di sepanjang Piala Dunia kali ini,” ujar Robinson.
Inggris sendiri harus menelan pil pahit dalam laga melelahkan ini. Sempat unggul lebih dulu lewat gol Anthony Gordon di awal babak kedua, mimpi Three Lions buyar setelah Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan melalui sundulan di menit ke-92. Laga babak pertama bahkan berjalan sangat kasar dengan catatan 19 pelanggaran, membuat wasit asal AS, Ismail Elfath, kewalahan menjaga kendali permainan.
Terancam Sanksi FIFA di Perebutan Juara 3?
Akibat tindakan agresifnya, Bellingham kini terancam berurusan dengan komite disiplin FIFA atas tuduhan perilaku kekerasan (violent conduct). Jika terbukti bersalah, ia dipastikan absen membela Inggris dalam laga perebutan medali perunggu melawan Prancis di Miami pada hari Sabtu mendatang.
Kendati demikian, FIFA diprediksi hanya akan menganggap aksi Bellingham sebagai tindakan emosional sesaat (petulant) ketimbang kekerasan fisik berat. Berdasarkan regulasi sepak bola, sebuah tindakan sengaja memukul kepala lawan tidak otomatis diganjar kartu merah jika kekuatan atau dampak fisiknya dinilai sangat minim (negligible).
Sepanjang turnamen, Bellingham yang sudah mengemas 6 gol memang menjadi target emosi lawan. Pada menit ke-4 laga tersebut, ia bahkan sempat terlibat adu mulut dengan kapten Argentina, Lionel Messi, pasca-pelanggaran terhadap Elliot Anderson.
Namun, Bellingham mencoba meredam suasana saat diwawancarai pasca-laga. “Kami sebenarnya hanya mendiskusikan soal pelanggaran. Tidak ada hal buruk. Saya yakin semua orang akan membesar-besarkannya, tapi percayalah, itu bukan apa-apa,” pungkasnya santai.