Suasana di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat mendadak tegang pada Senin (20/7/2026) pagi. Hanya berselang beberapa jam setelah euforia nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 yang berlangsung hingga subuh, ruang kerja Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), justru berakhir disegel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Gebrakan lembaga antirasuah ini tidak hanya menyasar ruangan orang nomor satu di Lombok Barat tersebut. Petugas KPK bergerak cepat menyegel dua titik utama di kompleks pemerintahan yaitu ruang kerja bupati Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan ruang kerja Kepala Dinas PUPRPKP Lalu Ratnawo (disegel sekitar pukul 07.30 Wita).
Kesaksian Sekda: Terkejut Sepulang Nobar Spanyol vs Argentina
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat, Akhmad Saikhu, mengaku sangat terkejut dengan dinamika yang terjadi di kantornya. Ia menjelaskan bahwa beberapa jam sebelum penyegelan, dirinya bersama Bupati LAZ dan jajaran dinas masih asyik menikmati partai final ideal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina.
“Dalam konteks ini, saya tidak akan menjelaskan lebih jauh. Karena tadi pagi kan kita masih nonton bareng (Bupati) sampai pagi di lapangan. Setelah bola selesai, kita semua pulang,” ujar Saikhu dengan nada retret saat dikonfirmasi detikcom, Senin (20/7/2026).
Pintu Terkunci dan Berpita Merah-Hitam
Berdasarkan pantauan di lokasi, akses masuk menuju ruang kerja Bupati LAZ kini sudah tertutup rapat. Pintu masuknya telah dipasangi pita pembatas merah-hitam khas KPK yang bertuliskan kalimat tegas: ‘Dilarang melewati garis batas’.
Sekda Akhmad Saikhu memastikan bahwa Bupati LAZ sedang tidak berada di dalam ruangannya saat proses penyegelan itu berlangsung. Hingga Senin siang, pihak Pemkab Lombok Barat mengaku belum menerima surat ataupun penjelasan resmi dari KPK mengenai latar belakang kasus korupsi atau perkara baru yang memicu penyegelan mendadak ini.