BOGOR — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjadikan prinsip love your people and use your common sense sebagai pegangan menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hal itu ditegaskannya saat sidak mendadak ke sejumlah SPPG di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis.
“Sederhana saja. Prinsip saya adalah love your people and use your common sense. Artinya, cintailah masyarakat yang kita layani dan gunakan akal sehat dalam bekerja,” kata Sudaryono saat berbincang dengan Garuda.Tv
Ia menekankan, seluruh standar operasional prosedur (SOP) dan petunjuk teknis program tetap wajib dipatuhi. Namun menurutnya, hati nurani petugas di lapangan menjadi faktor penentu yang lebih penting daripada aturan tertulis.
“Tetapi di atas semua aturan tersebut masih ada satu hal yang lebih penting, yaitu hati nurani. Kalau melihat ada menu yang rasanya tidak sesuai atau kualitasnya kurang baik, Kepala SPPG harus berani mengoreksi,” ujarnya.
Sudaryono berharap kepekaan tersebut tidak hanya dimiliki Kepala SPPG, tetapi juga pengawas gizi, akuntan, dan seluruh petugas dapur, agar berani menyampaikan koreksi bila menemukan penyimpangan dari standar.
Menanggapi julukan “angin segar” yang disematkan warganet kepadanya di media sosial, Sudaryono merespons dengan rendah hati. “Kalau orang mengatakan saya menjadi angin segar, saya hanya berusaha bekerja sebaik-baiknya dan sebersih-bersihnya. Semua itu didasari rasa cinta kepada para penerima manfaat,” katanya.
Usai sidak di Kota Bogor, Sudaryono dan rombongan dijadwalkan melanjutkan peninjauan ke sejumlah sekolah untuk memantau proses distribusi makanan dan berdialog dengan siswa penerima manfaat program MBG.