Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen penuh mencari solusi berkeadilan bagi para mitra yang terdampak dinamika tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam beberapa bulan terakhir. Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan pemerintah sangat memahami beban investasi yang telah dikeluarkan para mitra dan akan mengupayakan skema penyelesaian terbaik.
“Kami pastikan akan mencari skema yang adil. Orang-orang ini (mitra) harus mendapatkan keadilan, setidaknya tidak dirugikan,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026).
BGN Minta Waktu Merumuskan Skema Terbaik
Sudaryono meminta para mitra penyedia dan pengelola dapur untuk bersabar sembari memberikan waktu kepada BGN dalam merumuskan skema yang tepat. Langkah ini diambil untuk memastikan modal dan investasi pribadi yang telah disetor para mitra tidak terbuang sia-sia akibat pembenahan internal BGN.
Poin penegasan dari Kepala BGN untuk para mitra:
-
Perlindungan Investasi: BGN menjamin mitra yang telah mengeluarkan modal mandiri tidak akan menanggung kerugian.
-
Komitmen Penyelesaian: Pemerintah tengah menyiapkan formula kompensasi atau penataan ulang tata kelola yang transparan dan berkeadilan.
“Saya mohon waktu kepada seluruh mitra yang selama ini mencari keadilan selama berbulan-bulan ini untuk sedikit bersabar. Saya berkomitmen mencari solusi terbaik agar tidak ada yang dirugikan setelah berinvestasi menggunakan uang mereka sendiri,” tegasnya.
Pasokan Makanan Tetap Lancar Lewat Pengalihan Dapur
Di sisi lain, BGN memastikan bahwa proses evaluasi dan penangguhan (suspend) terhadap beberapa dapur bermasalah tidak akan mengganggu distribusi Makanan Bergizi Gratis untuk anak-anak dan penerima manfaat.
Untuk menjaga keberlangsungan program, BGN menerapkan sistem pengalihan kapasitas (service rerouting). Kuota makanan dari dapur yang di-suspend akan langsung dibagikan ke dapur-dapur SPPG lain di wilayah terdekat. BGN mencegah terjadinya kekosongan pasokan gizi harian di sekolah-sekolah sasaran.
“Kami upayakan tidak ada pelayanan yang terhenti. Begitu ada dapur yang di-suspend, secara otomatis porsi layanannya kita bagi ke dapur-dapur lain di sekitar lokasi tersebut,” pungkas Sudaryono.