JAKARTA – Kekhawatiran muncul di L’Argentière-la-Bessée, Prancis tenggara, setelah kebakaran hutan yang melanda sejak Senin (15/7) meski kini tampak terkendali.
Jeremie Bossert, 38 tahun, seorang pemimpin pendakian gunung, mengatakan api sempat mendekati permukiman warga dan menimbulkan asap serta abu pekat.
“Kami menyaksikan api melahap gunung dan hutan kesayangan kami, mendekati rumah-rumah kami, dan asap serta abu mencemari udara kami,” ujarnya, dilansir The Guardian, Rabu (29/7/2026). “Lebih dari seratus petugas pemadam kebakaran bekerja keras untuk memperlambatnya.”
Bossert menyebut kebakaran diduga dipicu sambaran petir. Meski api mereda, angin kencang pada Selasa (28/7) kembali memicu kobaran di beberapa titik, memaksa warga mengungsi karena risiko longsoran batu.
Ia menambahkan, musim dingin yang basah dengan curah salju tinggi ternyata tidak cukup menahan dampak gelombang panas. “Sejak Mei, kami mengalami kekeringan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya. Kondisi hutan yang kering membuat api lebih mudah menyebar.
Bossert menegaskan, meski saat ini kebakaran relatif terkendali, ancaman gelombang panas berikutnya dan tiupan angin kencang bisa kembali memicu penyebaran api.



