Tragedi mencekam menimpa Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin saat mengarungi perairan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (12/8/2026). Kapal jenis roll-on/roll-off (roro) yang sedang melayani rute Pelabuhan Padangbai (Bali) menuju Pelabuhan Lembar (Lombok) tersebut mendadak terbakar hebat di tengah Selat Lombok.
Berdasarkan manifest resmi, KMP Putri Yasmin membawa sebanyak 131 jiwa, yang terdiri dari 114 penumpang dan 17 kru kapal.
Peristiwa naas ini memakan korban jiwa. Tim SAR merilis data bahwa satu orang penumpang dikonfirmasi meninggal dunia, sementara dua korban selamat terpaksa dilarikan secara intensif ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUP) NTB dalam kondisi lemas ekstrem.
Momen Kepanikan dan Penyelamatan Darurat di Tengah Laut
Kepulan asap pekat dan kobaran api yang mendadak membumbung tinggi membuat ratusan penumpang panik luar biasa. Beberapa di antaranya bahkan nekat memeluk anak mereka dan terjun bebas ke lautan lepas demi menyelamatkan diri dari kepungan api.
Dua korban selamat yang dievakuasi di tahap awal diidentifikasi sebagai Wahyuniati (65), warga Denpasar, serta Renggang Resta (38), Mualim II KMP Putri Yasmin. Keduanya berhasil diselamatkan oleh kapal yacht Still Here yang kebetulan berlayar di sekitar lokasi kejadian saat musibah terjadi.
“Korban dievakuasi menggunakan kapal cepat menuju Pelabuhan Lembar. Saat tiba di posko kesehatan, kondisi mereka sangat lemas sehingga langsung dirujuk ke RSUP NTB untuk penanganan medis intensif,” ungkap tim medis posko Pelabuhan Lembar, Rabu.
Sementara itu, jenazah satu korban tewas juga telah dievakuasi ke RSUP NTB untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI.
35 Penumpang Selamat Dipulangkan via Bali
Di sisi lain, sebanyak 35 penumpang yang berhasil dievakuasi dari lokasi musibah dilarikan kembali menuju Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali.
Plt Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai, Heri Wiyanto, mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang yang dievakuasi ke Bali dinyatakan dalam kondisi stabil setelah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh.
“Fokus utama kami saat ini adalah keselamatan jiwa dan evakuasi. Usai dicek kesehatannya sekitar pukul 12.00 WITA, kami langsung memfasilitasi kepulangan maupun kelanjutan perjalanan para penumpang,” jelas Heri.
Helikopter dan Armada SAR Gabungan Diterjunkan
Guna menyisir keberadaan korban lain di tengah lautan, Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar menggelar operasi SAR skala besar. Berbagai armada utama dikerahkan, mulai dari KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), Rigid Buoyancy Boat (RBB), hingga KN SAR Arjuna.
Operasi pertolongan juga diperkuat dari udara dengan pengerahan satu unit helikopter milik SGi Air Bali untuk memantau titik-titik koordinat pencarian.
Hingga Rabu sore, pemicu utama timbulnya api di KMP Putri Yasmin masih menjadi teka-teki dan dalam proses investigasi mendalam oleh pihak berwenang bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Bangkai kapal sementara masih berada di perairan Sekotong di bawah pengawasan ketat tim gabungan.


