MIMIKA– Kepolisian Daerah Papua melalui Polres Mimika menduga kuat kelompok bersenjata yang menyandera sembilan perempuan di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, pada Selasa (18/8/2026), merupakan kelompok yang sama dengan pelaku penyerangan Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS PT Freeport Indonesia sehari sebelumnya.
Dugaan tersebut disampaikan Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menyusul serangkaian aksi teror berturut-turut yang melanda kawasan Distrik Jila dalam dua hari terakhir.
“Ini kemungkinan masih kelompok KKB yang melakukan penembakan terhadap Pos Satgas 133/YS di Jila. Setelah melakukan penembakan, kemudian terjadi aksi penyanderaan,” kata AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, Rabu (19/8/2026).
Sebelum melakukan penyanderaan, kelompok yang diperkirakan berjumlah 15 orang tersebut menyerang Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS milik PT Freeport Indonesia di Jila pada Senin, 17 Agustus 2026. Insiden penembakan itu mengakibatkan satu anggota TNI gugur dan dua personel lainnya luka-luka.
Kronologi Penyanderaan & Pembunuhan Ibu Muda
Berdasarkan laporan awal kepolisian, aksi kekerasan pada Selasa (18/8/2026) menyasar 11 warga sipil di Kampung Pasir Putih. Aksi keji terjadi ketika dua dari 11 warga menolak ditawan dan dibawa masuk ke dalam hutan oleh KKB. Penolakan itu berujung penembakan yang menewaskan seorang ibu di tempat kejadian, sementara anak perempuannya dilempar ke jurang.
“Dua orang menolak ikut dibawa KKB. Informasinya, ibunya tewas ditembak, sedangkan anaknya dibuang ke jurang. Sementara sembilan perempuan lainnya dibawa ke hutan,” ungkap AKBP Alredo.
Korban meninggal teridentifikasi bernama Neregingget Magai (48). Anaknya, Inkolung Aim, selamat meski mengalami luka patah tulang kaki akibat dilempar ke dasar jurang.
Sembilan warga perempuan yang disandera ke hutan terdiri dari orang dewasa, remaja, hingga anak sekolah. Berdasarkan data kepolisian, identitas korban meliputi:
- NW (17) – hamil muda
- AM – pelajar kelas VI SD
- NA – pelajar kelas IV SD
- OM– pelajar kelas III SD
- MN (13)
- MNB (15)
- YS (18)
- WK (18)
- IO (18)
“Untuk identitas korban meninggal dunia akibat ditembak Neregingget Magai (48) dan anak yang dilempar ke jurang Inkolung Aim, dengan kondisi luka patah kaki,” jelas Alredo.
Pengerahan Bantuan Brimob Terkendala Akses Udara
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polres Mimika menindaklanjuti laporan, menyiapkan olah TKP, serta memperketat pengamanan di Distrik Jila. Polres Mimika juga meminta pengerahan pasukan tambahan dari Satuan Brimob.
“Kami telah meminta bantuan dari Batalyon Brimob untuk membackup jajaran Polsek di sana,” ujar Kapolres.
Namun, pengerahan personel terkendala akses geografis yang hanya bisa ditempuh melalui jalur udara. Hal ini membatasi pergeseran pasukan dalam jumlah besar secara cepat.
“Pergeseran personel ke sana berkaitan dengan penerbangan. Kemungkinan kami akan mengirim personel menggunakan helikopter, satu regu dari Batalyon B Brimob Mimika,” tambah AKBP Alredo.
Saat ini aparat keamanan gabungan terus mengupayakan penanganan dan pengamanan di Distrik Jila guna memastikan keselamatan warga serta menyelamatkan sembilan korban yang masih ditawan.




