JAKARTA – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Hingga Rabu (19/8/2026), total korban tewas mencapai 71 orang.
“Jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71 (meninggal dunia), yaitu di Kabupaten Nagekeo,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan dalam konferensi pers.
Berton menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dan menegaskan simpati pemerintah kepada keluarga serta masyarakat yang kini berada di pengungsian. “Kami segenap pemerintah maupun kementerian/lembaga yang ada mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya keluarga kita yang saat ini ada di tempat-tempat pengungsian dan daerah terdampak di NTT,” ujarnya.
Data BNPB per 19 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB mencatat 1.915.194 warga terdampak gempa. Dari jumlah itu, 284 orang mengalami luka berat, 475 luka ringan, dan ribuan lainnya mengungsi di 415 titik.
Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan korban terbanyak, yakni 27 orang meninggal dunia. Manggarai Timur menyusul dengan 25 korban jiwa. Sementara Nagekeo mencatat sembilan korban tewas, disusul Sikka, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat dengan jumlah korban lebih sedikit.
Ribuan pengungsi kini tersebar di ratusan titik penampungan, dengan kondisi darurat yang menuntut perhatian serius pemerintah dan seluruh pihak terkait.




