Kabar tak sedap sempat menghampiri tiga raksasa musik metal asal Indonesia—Deadsquad, Death Vomit, dan Jasad—yang tengah menjalani ekspansi tur musik di Benua Biru. Ketiga band metal tanah air tersebut dilaporkan mengalami masalah serius akibat ulah pihak promotor, Diablo Productions.
Akibat ketidakprofesionalan promotor tersebut, konser mereka di kota Cork (Irlandia) dan London (Inggris) terpaksa dibatalkan.
Melalui pernyataan resmi di media sosial, Deadsquad, Death Vomit, dan Jasad membeberkan rentetan kekacauan yang disiapkan pihak promotor, mulai dari ketidakjelasan lokasi acara (venue), transportasi, fasilitas akomodasi, hingga akses komunikasi yang memburuk. Puncaknya, pengelola venue di London mengonfirmasi langsung kepada manajemen band bahwa pihak promotor belum pernah melakukan reservasi tempat secara resmi.
Pantang Mundur: Tur Tetap Berlanjut ke Daratan Eropa
Meski sempat mengalami masa-masa sulit hingga terancam terlantar di Irlandia dan Inggris, mentalitas para punggawa metal Indonesia ini tidak surut.
Pemain bas Jasad, Yuli Darma, memastikan bahwa kendala tersebut hanya terjadi pada leg tur kawasan Inggris Raya (UK) dan Irlandia yang ditangani oleh Diablo Productions. Perjalanan tur di negara-negara Eropa daratan lainnya dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal karena dikelola oleh promotor yang berbeda.
“Kami tetap lanjut turnya. Rangkaiannya kemarin itu kan Irlandia, UK, lalu Eropa daratan. Jadi yang bermasalah cuma di Irlandia dan UK saja. Untuk sisa destinasi Eropa, kami siap jalan lagi karena promotornya beda,” tegas Yuli saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
Yuli juga menenangkan para penggemar musik cadas di tanah air dengan memastikan seluruh anggota kontingen Deadsquad, Death Vomit, dan Jasad berada dalam kondisi fisik dan mental yang sangat baik.
“Kami sehat-sehat semua, kondisi aman-aman semua kok,” tutup Yuli penuh optimisme.
Ketiga band legendaris ini kini bersiap menghentakkan panggung-panggung berikutnya di daratan Eropa dengan semangat penuh, membawa harum nama musik metal Indonesia di kancah internasional.





