JAKARTA — José Mourinho langsung membuat pernyataan tegas setelah kembali menangani Real Madrid dengan membela Vinícius Júnior.
Pelatih asal Portugal itu menilai Vinícius mendapat perlakuan berlebihan dari lawan maupun penonton ketika Madrid mengalahkan Espanyol 2-1.
Kemenangan tersebut diraih Madrid secara dramatis setelah Carlos Espí mencetak gol penentu pada menit ke-90 di RCDE Stadium.
Jude Bellingham lebih dahulu membawa Madrid unggul melalui sundulan pada menit kesembilan setelah menerima umpan dari Arda Güler.
Espanyol kemudian menyamakan kedudukan lewat Álex Calatrava sebelum pertandingan memasuki babak pertama.
Madrid terus mencari gol kemenangan dan akhirnya Espí muncul sebagai penentu setelah memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti.
Mourinho menilai Vinícius menjadi sasaran tekanan fisik sejak awal pertandingan dan situasi itu berpotensi memengaruhi emosinya.
“Vini bukanlah orang suci, tetapi perlakuan yang diterimanya sudah terlalu berlebihan,” kata Mourinho setelah pertandingan seperti dikutip dari ESPN, Minggu.
Menurut Mourinho, pola pelanggaran terhadap Vinícius terlihat seperti terjadi berulang kali dari satu pemain ke pemain berikutnya.
“Ini dimulai sejak menit pertama, satu pemain melakukan pelanggaran, kemudian pemain lain melakukannya lagi,” ujar Mourinho.
Ia juga meminta Vinícius menjaga ketenangan karena reaksi emosional dapat merugikan dirinya sendiri selama pertandingan.
“Saya mengatakan kepada Vini bahwa meskipun mencetak gol, dia harus berhati-hati saat merayakannya agar tetap berada di lapangan,” katanya.
Mourinho bahkan menyebut perlakuan terhadap Vinícius sebagai bentuk perundungan yang masih terjadi di dunia sepak bola.
“Kita hidup di era sosial yang menentang perundungan, tetapi terhadap Vini kita masih berada di era perundungan,” tutur Mourinho.
Vinícius sendiri terlibat perselisihan dengan Calatrava setelah beberapa benturan dalam pertandingan tersebut.
Insiden itu semakin menjadi sorotan setelah Vinícius menerima kartu kuning karena terlibat perselisihan dengan pemain Espanyol tersebut.
Mourinho menilai Vinícius membutuhkan pengendalian emosi yang kuat untuk menghadapi tekanan seperti itu sepanjang musim.
Di sisi lain, Mourinho memberikan pujian khusus kepada Bellingham yang langsung mencetak gol dalam pertandingan pertamanya musim ini.
Menurut Mourinho, Bellingham memiliki kekuatan fisik dan mental untuk tampil dekat dengan lini depan Madrid.
“Bagi saya, posisi inilah yang paling tepat untuk Jude karena kedekatannya dengan para penyerang membuatnya bisa mencetak gol,” kata Mourinho.
Ia menilai menempatkan Bellingham terlalu dalam justru berpotensi mengurangi pengaruh pemain Inggris tersebut di area berbahaya.
Kemenangan atas Espanyol sekaligus menjadi awal positif bagi periode kedua Mourinho bersama Real Madrid setelah meninggalkan klub tersebut pada 2013.
Mourinho sebelumnya menangani Madrid pada 2010 hingga 2013 dan berhasil mempersembahkan gelar LaLiga serta Copa del Rey.
Kini, perhatian Madrid beralih ke pertandingan kandang melawan Real Sociedad di Santiago Bernabéu pada Rabu mendatang.
Laga tersebut menjadi kesempatan pertama Mourinho memimpin Madrid di hadapan pendukung sendiri sejak kembali ke klub.***





