JAKARTA – Anthony Edwards kembali menjadi sorotan di luar lapangan setelah pengadilan menetapkan kewajiban tunjangan anak sebesar US$14.000 atau sekitar Rp248,8 juta per bulan atau hampir Rp2,99 miliar dalam setahun.
Putusan itu berkaitan dengan Amir, putra Edwards bersama Alexandria Desroches yang lahir pada 2023.
Dalam dokumen pengadilan, Edwards disebut mengaku belum pernah bertemu langsung dengan Amir dan tidak mengajukan hak kunjungan maupun hak asuh.
Nilai baru tersebut meningkat tajam dibanding angka dasar sekitar US$3.222 atau Rp57,3 juta per bulan yang sebelumnya dikaitkan dengan kasus tersebut.
Mengutip laporan BN, Selasa (25/8/2026), besaran tunjangan dihitung dengan mempertimbangkan penghasilan Edwards yang tercatat hampir US$4,8 juta atau sekitar Rp85,3 miliar setiap bulan.
Pengadilan juga mewajibkan Edwards memiliki polis asuransi jiwa senilai sekitar US$2,6 juta atau Rp46,2 miliar dengan Desroches sebagai penerima manfaat utama.
Selain itu, Edwards diperintahkan membayar biaya hukum Desroches lebih dari US$21.000 atau sekitar Rp373,2 juta.
Putusan tersebut kemudian mendapat respons dari Ayesha Howard, ibu dari putri Edwards lainnya, yang justru menyatakan dukungan kepada Desroches.
Howard mengatakan dirinya sangat bahagia untuk Alexandria dan putranya karena mereka berhasil mengalahkan ayah yang tidak aktif memenuhi perannya.
Howard juga menegaskan bahwa dirinya ingin merayakan keberhasilan Desroches dan menyebutnya sebagai saudara yang layak mendapat dukungan.
Sikap Howard menjadi perhatian karena dirinya juga memiliki perkara tunjangan anak dengan Edwards yang menghasilkan kewajiban US$3.222 atau sekitar Rp57,3 juta per bulan.
Howard menegaskan nominal tersebut belum menjadi putusan akhir sehingga proses hukumnya masih terus diperjuangkan untuk dirinya dan putrinya.
Jika dua kewajiban tersebut dihitung bersama, beban tunjangan anak Edwards sedikitnya mencapai US$17.222 atau sekitar Rp306,1 juta setiap bulan.
Dalam setahun, angka tersebut berpotensi mencapai sekitar Rp3,67 miliar jika kedua kewajiban berjalan selama 12 bulan penuh.
Di tengah persoalan tersebut, Edwards tetap menjadi salah satu pemain muda paling menonjol yang diproyeksikan sebagai wajah baru NBA dari Amerika Serikat.
Guard Minnesota Timberwolves itu mencatat rata-rata 28,8 poin per pertandingan pada musim 2025-2026, menjadi rata-rata tertinggi sepanjang kariernya.
Edwards juga berada dalam kontrak jangka panjang bernilai sekitar US$244 juta atau lebih dari Rp4,33 triliun bersama Timberwolves.
Karena itu, nilai tunjangan tersebut relatif kecil dibandingkan pendapatannya, tetapi persoalan hubungan keluarga tetap berpotensi memengaruhi citra sang bintang NBA.
Kasus ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kehidupan pribadi Edwards semakin menjadi bagian dari pemberitaan menjelang musim NBA berikutnya.
Untuk saat ini, putusan tunjangan anak menjadi konsekuensi hukum terbaru yang harus dijalani Edwards di tengah statusnya sebagai salah satu pemain muda paling berpengaruh di NBA.***



