Kawasan destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 pada Kamis (27/8/2026) petang sekitar pukul 18.33 WITA.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa episenter gempa terletak di laut pada koordinat 8,10° LS dan 120,10° BT, atau berjarak 49 kilometer arah timur laut Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan kedalaman dangkal.
Kepala Stasiun BMKG Labuan Bajo, Maria Patricia Christin Seran, memastikan bahwa guncangan yang mengejutkan warga tersebut tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back Arc Thrust (patahan naik busur belakang Flores). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik (thrust fault),” jelas Maria, Kamis (27/8/2026).
Bagian dari Rangkaian Gempa Susulan M 7,7
Guncangan gempa petang ini dilaporkan dirasakan cukup nyata oleh masyarakat di dua wilayah utama, yakni Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai.
Maria menambahkan bahwa peristiwa ini masih menjadi bagian dari rangkaian rentetan gempa susulan (aftershocks) atas gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
-
Penyebab: Aktivitas Flores Back Arc Thrust.
-
Wilayah Terdampak: Kabupaten Manggarai Barat & Kabupaten Manggarai.
-
Total Gempa Susulan: BMKG mencatat setidaknya sudah ada 8.486 aktivitas gempa susulan yang terekam sejak gempa utama.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta memastikan bangunan tempat tinggal cukup kokoh sebelum kembali ke dalam rumah.



