Wisnu, putra almarhum Bambang Setiawan (60), warga yang tewas mengenaskan akibat pengeroyokan saat kericuhan pecah di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, menyatakan bahwa pihak keluarga memilih fokus mendoakan almarhum di tengah suasana duka yang mendalam.
Meski belum membuat laporan resmi secara mandiri, pihak keluarga menegaskan telah menyerahkan seluruh proses hukum dan penyelidikan sepenuhnya kepada jajaran kepolisian.
“Dari keluarga belum ada buat laporan apa pun karena kami masih dalam suasana duka. Kami mencoba ikhlas menerima apa yang sudah terjadi. Mau melakukan usaha apa pun, ibaratnya Bapak juga tidak bakalan kembali,” ungkap Wisnu saat ditemui Sabtu (29/8/2026).
Tak Tega Jasad Ayah Divisum Lanjutan
Wisnu membeberkan alasan utama keluarga belum melayangkan laporan kepolisian secara mandiri, yakni karena tidak tega melihat kondisi fisik almarhum jika harus kembali menjalani proses visum et repertum lanjutan.
“Kalau misalkan kami mau meneruskan, otomatis kan pasti akan dilakukan visum. Kami sendiri tidak tega. Jenazah yang saya temui dan lihat sendiri di rumah sakit kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” kenang Wisnu dengan nada berat, dilansir dari Kompas com.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap memberi perhatian khusus. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, disebut telah menawarkan pendampingan penuh untuk memfasilitasi pembuatan laporan serta penanganan berkas hukum keluarga korban.
Momen Terakhir: Niat Bantu Warga Malah Berakhir Tragis
Peristiwa memilukan ini bermula pada Kamis (27/8/2026) sore. Istri almarhum, Sudarsih (56), sempat meminta Bambang menutup toko dagangannya lebih awal karena situasi di Jalan Pejompongan Raya mulai memanas.
Sekitar pukul 21.00 WIB, usai mengantar tetangganya berobat, Bambang kembali ke rumah. Namun, karena rasa peduli, ia keluar menuju gang perbatasan jalan raya. Kebiasaan Bambang saat kericuhan meluas adalah membantu warga sekitar menyediakan air bersih untuk membasuh muka akibat sengatan gas air mata.
Nahas, keberadaan Bambang malam itu menjadi momen terakhirnya. Sekitar pukul 04.00 WIB Jumat pagi, keluarga mendapati video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang pria paruh baya dipukuli dengan kayu, ditendang, hingga diseret di atas trotoar oleh sekelompok orang tak dikenal. Pria dalam video tersebut teridentifikasi sebagai Bambang.
Harapan Keadilan dan Penghentian Provokasi
Wisnu menyayangkan aksi kekerasan brutal yang terorganisir tersebut. Berbekal rekaman video yang jelas beredar di masyarakat, ia berharap pihak berwajib dapat bekerja cepat menyeret para pelaku ke hadapan hukum.
“Saya tidak mau menyudutkan siapa pun, saya serahkan kepada yang berwajib. Dengan teknologi dan sistem sekarang yang sudah canggih, seharusnya polisi bisa mencari pelaku dengan gampang. Saya berharap ada titik terang dan jawaban yang jelas,” tegasnya.
Ia juga menyoroti insiden kericuhan berulang di wilayah Pejompongan yang kerap menelan korban jiwa warga tak berdosa.
“Tahun kemarin sudah ada satu korban, sekarang ada satu lagi, dan lokasi kejadiannya tidak jauh. Saya berharap ini menjadi peristiwa yang terakhir dan masyarakat tidak gampang terprovokasi,” pungkas Wisnu.



