Akhir pekan yang kelam masih terus membayangi Fabio Quartararo di MotoGP Aragon 2026. Juara dunia 2021 itu mengungkapkan bahwa ia sebenarnya “nyaris mogok” saat mengawali sesi Sprint Race, lantaran mesin Yamaha YZR-M1 miliknya sudah menunjukkan gejala masalah sejak lampu hijau menyala sebelum akhirnya meledak pada lap kelima.
Setelah hanya mampu mengamankan posisi start ke-17 di sesi kualifikasi, nasib sial pebalap asal Prancis tersebut berlanjut di lintasan. Power motornya terdegradasi secara perlahan hingga terpaksa mengakhiri balapan lebih awal.
“Saya rasa semua orang bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi. Tapi jujur, sejak awal start mesinnya sudah bermasalah, saya bahkan nyaris berhenti di garis start. Setelah itu tenaga motor hilang bertahap,” ujar Quartararo pasrah.
Kejadian ini mengingatkan Quartararo pada insiden serupa yang pernah menimpanya di GP Thailand. Kerusakan ini kian memperparah krisis alokasi mesin Yamaha musim ini, di mana stok mesin baru Quartararo kian menipis sebelum jatah mesin ke-10 dibuka pada seri ke-19 mendatang.
“Saya tidak tahu pasti berapa sisa alokasi mesin kami, tapi sepertinya tidak banyak lagi. Sepanjang akhir pekan motor ini terasa sangat lambat. Saya hanya berharap mesin yang meledak tadi adalah mesin dengan jarak tempuh tinggi (high-mileage),” tambahnya.
“Satu Akhir Pekan Saya Cuma Jadi Test Rider, Bukan Pebalap”
Selain isu keandalan mesin, Quartararo melontarkan kritik pedas terkait eksperimen komponen baru yang diinstruksikan oleh pabrikan asal Jepang tersebut. Selama akhir pekan di MotorLand Aragon, ia diminta menguji berbagai perangkat baru, termasuk sasis dan linkage anyar yang justru dinilainya memburuk.
Eksperimen berulang tersebut dinilai sangat mengganggu feeling berkendara dan fokus bertandingnya di atas lintasan.
-
Eksperimen Sasis: “Sasis baru itu lebih buruk. Kemarin saya sudah bilang itu buruk, tapi tim minta membandingkannya lagi pagi ini, dan hasilnya tetap lebih buruk.”
-
Uji Komponen: “Saya pada dasarnya lebih mirip test rider ketimbang pebalap balap akhir pekan ini karena harus menguji sasis sampai tiga kali. Linkage baru juga tidak memberikan peningkatan.”
Quartararo mengaku cukup bingung dengan arah pengembangan yang dijalani, namun ia tetap mencoba memahami langkah tim yang tengah berjuang keras mencari tambahan performa demi mengejar ketertinggalan dari pabrikan rival.



