Sebanyak 750 warga sekolah SMAN 1 Lasem (Smanela), Rembang, Jawa Tengah, mengalami diare massal pada Kamis (3/9/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Akibat peristiwa ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) lumpuh total dan seluruh siswa terpaksa dipulangkan lebih awal.
Santapan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi warga sekolah pada Rabu (2/9/2026) kemarin diduga kuat menjadi pemicu utama keracunan massal tersebut.
Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengonfirmasi bahwa gejolak mual dan diare mulai menguat saat jam pelajaran berlangsung.
“Kami langsung melakukan pendataan di tiap kelas. Rata-rata ada 20 hingga 31 siswa per kelas yang mengalami diare. Dari total 33 kelas, terdata 725 siswa dan 25 guru terdampak. Setelah berkoordinasi dengan Puskesmas Lasem dan Cabang Dinas Pendidikan, keputusan memulangkan siswa diambil demi keselamatan,” terang Juhartutik saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).
Jumlah korban yang melonjak tajam dalam waktu singkat bahkan membuat fasilitas toilet di area sekolah tidak mampu menampung antrean warga sekolah.
Makanan Diduga Basi dan Olahan Sejak Subuh
Berdasarkan penelusuran pihak sekolah, menu MBG yang dibagikan sehari sebelumnya terdiri dari nasi putih, ayam bakar, tempe mendoan, dan buah semangka.
Sebelum dibagikan ke siswa, tim pencicip sekolah sempat menyisihkan sebagian porsi ayam bakar yang terindikasi berlendir.
“Ayam bakar itu diolah oleh pihak SPPG sejak pukul 03.00 WIB dini hari, sementara anak-anak baru mengonsumsinya pada pukul 12.00 WIB siang,” ungkap Juhartutik menyoroti jeda waktu pengolahan hingga penyajian.
Kepala Puskesmas Lasem, dr. Joko Paryanto, mengonfirmasi bahwa sebanyak 18 warga SMAN 1 Lasem sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan darurat.
“Pasien terdiri dari 13 siswa dan lima guru dengan gejala diare, mual, serta mulas. Sebanyak 15 orang telah diperbolehkan pulang, sementara tiga siswa lainnya harus menjalani rawat inap,” jelas dr. Joko.
DPRD Rembang Gelar Sidak
Insiden ini langsung menyita perhatian jajaran legislatif. Rombongan Komisi IV Bidang Pendidikan DPRD Rembang menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Lasem untuk memantau kondisi para korban.
Ketua Komisi IV DPRD Rembang, Muhammad Rofi’i, menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil uji klinis resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang guna memastikan penyebab pasti kontaminasi tersebut.
“Kami meninjau langsung penanganan korban di Puskesmas. Mengenai kepastian penyebabnya, apakah murni dari program MBG atau faktor lain, kami masih menunggu penelusuran sampel dari Dinkes,” tegas Rofi’i.